oleh

Respons Satu Tahun Kepemimpinan Musa-Dito, Politisi Gerindra: Kemajuan Lamteng Tanggung Jawab Bersama

VoxLampung.com, Lampung Tengah – Politisi muda Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Lampung Tengah (Lamteng) Mukadam menyebut bahwa kemajuan Kabupaten Lamteng menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini ia sampaikan menyikapi refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Musa Ahmad-Ardito Wijaya, Sabtu, 5 Maret 2022.

Mukadam mengatakan, visi misi Bupati dan Wakil Bupati dituangkan dalam RPJMD dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.

“RPJMD inilah sebagai pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan lima tahunan kedepan sebagai kerangka dalam penyusunan RKPD, KUA/PPAS setiap tahun anggaran,” papar Mukadam.

Terkait penggunaan anggaran setiap tahun, setelah menerima audit pemeriksaan BPK RI, dan disampaikan paling lambat tiga bulan setelah berakhirnya tahun anggaran, untuk dibahas bersama tim anggaran DPRD dan TAPD Eksekutif terkait LPPA (Laporan Pertanggung Jawaban Penggunaan Anggaran).

Hal ini menurutnya, merupakan manifestasi dari pelaksanaan berbagai tugas yang telah diIakukan dan diIaksanakan, baik di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang tertuang dalam APBD Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2021.

Rekomendasi Fraksi Gerindra, sambung Mukadam, sudah jelas disampaikan di paripurna LPPA dengan harapan agar dalam penggunaan anggaran sesuai prinsip UU 23 Tahun 2014 tentang Pemda, PP 12 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengeloloan Keuangan Daerah, dan Permendagri 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Yakni secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien ekonomis, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan azas keadilan, kepatutan,dan manfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Mukadam menambahkan, Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu kabupaten tertua di Provinsi Lampung, dengan luas wilayah 4.745 km, jumlah penduduk 1.476.677 jiwa, 28 kecamatan, 301 kampung, dan 10 kelurahan, dengan APBD tahun 2020 yakni Rp 2,4 Triliun.

“Besar APBD kita, tapi kalau kita rinci dari Rp 2,4 Triliun, sebanyak Rp 1,1 Triliun habis belanja pegawai. Sisa Rp 1,3 Triliun dibagi 34 SKDP dan Badan. Dengan pegawai PNS sebanyak 9.000 dan honor 6.000 an, kita tetap masih kekuarangan pegawai,” ungkapnya.

Menurut Mukadam, secara umum struktur APBD saat ini, pemerintah daerah lebih berinovasi dalam menciptakan program prioritas kedepan yang menyentuh langsung kemanfaatannya untuk masyarakat.

“Dan menurut saya, ini menjadi tantangan dan tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan Lampung Tengah berjaya kedepannya,” pungkas Mukadam.

Untuk diketahui, tepat pada 26 Februari 2022, pasangan Musa-Dito, telah setahun dilantik sebagai Bupati/Wakil Bupati periode 2021-2026.

Pelantikan berlangsung pada 26 Februari 2021 lalu, di Balai Keratun Pemprov Lampung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.18-252 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 di Provinsi Lampung.

Begitu dilantik sebagai kepala daerah, semua kepala daerah sudah dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19. Prioritas utama pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19, dilakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi, baik dosis satu, dua, dan booster, sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Sebagai tindak lanjut dari pencegahan dan penanggulangan, maka dibentuk Satgas Covid-19 mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan dan kampung.(Sansurya)

Komentar