oleh

Hari Pertama PPKM Darurat, Pusat Kota Bandar Lampung Bak Kota Mati

VoxLampung.com, Bandar Lampung
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai diterapkan di Kota Bandar Lampung hari ini, Senin, 12/7/2021. Hal itu membuat suasana di pusat kota Bandar Lampung dan kawasan perkantoran bak Kota mati.

Pantauan VoxLampung.com, di kawasan pertokoan Pasar Tengah, terlihat ruko-ruko yang tertutup rapat. Hanya ada sejumlah pedagang kaki lima yang menjual makanan di sana, seperti pedagang somai, es campur, dan kopi. Dengan raut wajah kecewa, mereka terlihat duduk-duduk di samping gerobak dagangannya.

Biasanya, mereka disibukkan dengan para pembeli, yang notabene adalah karyawan toko maupun pengunjung toko. Kini, mereka harus legawa menerima kondisi, dan mesti berkemas kembali ke rumah masing-masing. Ada juga yang masih bersemangat, pindah, mencari lokasi lain untuk menjajakan dagangannya.

Selain di kawasan Pasar Tengah, yang mayoritas penjual baju grosiran dan toko elektronik, di sepanjang Jalan Raden Intan, Kartini, Ahmad Yani, Diponegoro, maupun Jalan Jenderal Sudirman juga tampak lengang. Selain karena pertokoan tutup, kendaraan yang berlalu lalang juga terlihat sedikit.

Sejumlah pusat perbelanjaan juga tutup. Hanya yang menjual kebutuhan bahan pokok saja yang buka, seperti Chandra Supermarket, Transmart,  yang akan buka hingga pukul 20.00 WIB, dengan pembatasan kapasitas pengunjung.

Selanjutnya, di kawasan perkantoran khususnya sektor non esensial pun terlihat sunyi. Di antaranya kawasan kantor Pemerintah Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung. Tak ada aktifitas maupun kesibukan seperti biasanya.

“Saya ada keperluan ke Karang (pusat kota), ternyata sepi banget. Barang yang saya cari juga gak dapat, karena semua tokonya tutup. Bandar Lampung sudah kayak kota mati aja,” Kata Yuliandri (35), warga Sukabumi, Bandar Lampung.

Kendati demikian, hari pertama PPKM Darurat di Kota Tapis Berseri juga sempat diwarnai kekecewaan warga lantaran adanya penyekatan di pagi hari, namun minim sosialisasi. Akibat adanya penyekatan jalan di pusat kota, terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik, di antaranya di Jalan Teuku Umar ke arah Jalan Raden Intan.

“Kami bingung kenapa ada penyekatan, karena justru membuat macet di ruas jalan lainnya. Seharusnya juga ada sosialisasi dulu kepada masyarakat soal penyekatan ini, dan solusinya bagaimana untuk kami yang bekerja di sektor esensial yang hendak berangkat kerja pagi hari,” Kata Apri Yandi (27), warga Kedaton, yang bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit swasta.

Sementara itu, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, mengajak masyarakat untuk ikhtiar dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Hal itu agar Kota Bandar Lampung segera bebas dari status zona merah Covid-19.

“Disituasi seperti ini Bunda mengajak kepada kita semua untuk selalu ikhtiar, pertama menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga, konsumsi makanan sehat dan istirahat yang cukup, menjaga imunitas tubuh, memperkuat dan memperketat disiplin protokol kesehatan, selalu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir,” Kata Eva melalui unggahan akun instagramnya.

“Kemudian menjaga jarak satu dengan lainnya, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas, Jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak
Selain ihtiar yang bersifat lahir tadi, alangkah baiknya kita melaksanakan ihtiar secara batin atau spriritual, perbanyak membaca dan mendegarkan ayat suci Al-Quran serta sholawat,” Lanjuut Eva.(*)

Komentar