oleh

YKWS dan Pemkot Bandar Lampung Mulai Jalankan Program WASH in HCF di 5 Puskesmas

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung memulai Program Air, Sanitasi dan Kebersihan di Fasilitas Kesehatan atau WASH in HCF (Water Sanitation and Hygiene in Health Care Facilities).

Acara kick off Program Wash in HCF di Kota Bandar Lampung berlangsung di lantai II Hotel Whizprime, Jalan Jenderal Ahmad Yani, nomor 21, Enggal, Bandar Lampung, Selasa, 6/7/2021. Kegiatan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Khaidarmansyah mewakili Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli, dan sejumlah peserta yang hadir secara langsung maupun virtual.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati menjelaskan, tujuan program WASH in HCF adalah meningkatkan penyediaan layanan dan infrastruktur air, sanitasi dan kebersihan di fasilitas kesehatan yang inklusif, khususnya Puskesmas.

Program WASH In Health Care Facilities (HCF) ini menjadi pilot project di Indonesia dan baru pertama kali dikembangkan di Provinsi Lampung, yakni di Kota Metro dan Bandar Lampung.

“Program ini merupakan pilot project di Indonesia, lokasinya ada di Kota Bandar Lampung di lima Puskesmas atau lima kecamatan, dan di Metro yaitu di empat Puskesmas atau empat kecamatan,” Jelas Febri dalam sambutannya.

Adapun lima Puskesmas di Kota Bandar Lampung yang dijadikan lokus program yakni di Puskesmas Kedaton, Puskesmas Kemiling, Puskesmas Panjang, Puskesmas Pasar Ambon (Kecamatan Telukbetung Selatan), Puskesmas Kotakarang (Kecamatan Telukbetung Timur).

BACA JUGA: Bandar Lampung Kembali Berstatus Zona Merah Covid-19, Kadiskes: Angka Kematian Tinggi

Febri bilang, program ini merupakan salah satu rangkaian dalam pencapaian tujuan sustainable development goals (SDG’s) yaitu sanitasi yang aman dan layak untuk seluruh masyarakat.

“Perlu diketahui, target nasional untuk sanitasi aman di Kota Bandar Lampung (tahun 2024) adalah 12%, namun saat ini Kota Bandar Lampung posisinya masih 0%,” Jelas Febri.

Untuk itu, Febri berharap para pihak dapat bekerjasama dengan baik untuk mencapai target sanitasi aman itu, dimulai dari program YKWS dalam upaya peningkatan penyediaan layanan dan infrastruktur air, sanitasi dan kebersihan di fasilitas kesehatan.

Acara kick off Program Wash in HCF di Kota Bandar Lampung. | YKWS

Sementara itu, Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Khaidarmansyah dalam sambutannya mengatakan, Puskesmas selain menjadi tempat untuk membantu memberikan kesembuhan bagi warga yang sakit, tetapi juga bisa menjadi tempat yang potensial dan rentan dalam penyebaran penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan oleh bakteri maupun virus seperti Covid-19.

“Oleh karena itu, ketersediaan fasilitas air, sanitasi dan kebersihan di Puskesmas harus lebih baik dan ditingkatkan dari sisi kuantitas, kualitas dan pengelolaannya,” Kata Khaidarmansyah.

Berdasarkan data baseline WASH SDGs tahun 2018, lanjut Khaidarmansyah, di Kota Bandar Lampung masih ada 16% fasilitas kesehatan kondisi toiletnya masih buruk, dan tidak terawat. Ketersediaan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun serta tempat sampah juga masih terbatas.

“Toilet yang tidak terawat artinya toilet tidak memenuhi standar dasar seperti toilet terpisah antara staf dan pasien atau tidak ada pemisahan antara laki-laki dan perempuan atau, belum ada toilet yang sesuai dan dapat diakses oleh untuk penyandang disabilitas,” Kata dia.

Hal ini mencerminkan bahwa aspek Gender dan Inklusi Sosial (GESI) belum dipertimbangkan dalam penyediaan sarana atau fasilitas air, sanitasi dan kebersihan di pusat layanan kesehatan.

“Kondisi keseluruhan yang diamati dapat menyiratkan bahwa fasilitas air, sanitasi dan kebersihan di beberapa pusat pelayanan kesehatan masih sangat minim dan terbatas,” Ungkapnya.

BACA JUGA: Bandara Radin Inten II Terapkan Persyaratan Ketat Penerbangan Tujuan Jawa-Bali

Selain itu, kata Khaidarmansyah, terdapat berbagai hambatan lain dalam penyediaan WASH di fasilitas pelayanan kesehatan. Pertama, masih rendahnya kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan secara bijak air sanitasi dan kebersihan serta perilaku hidup bersih khususnya di Puskesmas.

Kedua, pengaturan kelembagaan untuk WASH dalam pemberian layanan fasilitas kesehatan sudah ada kebijakan, rencana, dan lembaga ada, kinerjanya perlu lebih ditingkatkan.

Melalui pelaksanaan program peningkatan layanan, fasilitas air sanitasi dan kebersihan yang digagas bersama oleh YKWS dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan dukungan dari SIMAVI dan SNV, diharapkan adanya peningkatan fasilitas air, sanitasi dan kebersihan yang inklusif di puskesmas yang ada di Kota Bandar Lampung.

“Saya berharap masyarakat dan seluruh parapihak bisa bersama-sama berkontribusi dan memiliki komitmen yang tinggi dalam memanfaatkan dan turut serta mengelola fasilitas air sanitasi dan kebersihan di pusat pelayanan kesehatan dengan bijak sehingga kebersihan dan keberadaannya akan terus terjaga,” Imbuh Khaidarmansyah. (*)

Komentar