VoxLampung.com, Bandar Lampung – Pelaksana Tugas (Plt) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung Ida Asep Somara membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Kemandirian Klien Balai Pemasyarakatan Bandar Lampung tahun 2021, sekaligus Launching Aplikasi Simpapa (Sistem Informasi Manajemen Pengawasan dan Pemasaran) dan Hallo Bro.
Acara berlangsung di Aula Kantor Bapas Bandar Lampung, Jalan Diponegoro, nomor 133, Bandar Lampung, Selasa pagi, 8/6/2021, itu dihadiri sejumlah pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Bandar Lampung.
Turut hadir Kalapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Kepala Rupbasan Bandar Lampung, dan lainnya. Hadir pula sejumlah perwakilan Klien Bapas Kelas IIA Bandar Lampung.
Kepala Bapas Bandar Lampung M Rolan mengatakan, pada kegiatan bimbingan kemandirian, para klien Bapas Bandar Lampung mendapatkan pelatihan keterampilan cukur rambut.
“Pelatihan dilaksanakan selama lima hari, per 30 jam. Pada tanggal 7-11 Juni 2021 bertempat di Bapas Bandar Lampung. Pesertanya adalah 40 orang klien Bapas, yang dibagi dalam empat angkatan. Saat ini adalah angkatan ke dua,” Kata Rolan dalam sambutannya.
Adapun instrukturnya merupakan para profesional dari lembaga penyelenggara pelatihan barbershop bersertifikat. Mereka akan melatih para klien Bapas agar bisa memiliki keterampilan mencukur secara profesional.
Tak hanya itu, lanjut Rolan, hari ini pihaknya juga meluncurkan aplikasi Simpapa yang merupakan salah satu inovasi digitalisasi, sebagai aplikasi untuk memudahkan pengawasan terhadap klien dan sebagai sarana memasarkan hasil karya klien.
BACA JUGA: Cerita Pilu Siswi SMA di Bandar Lampung Diperkosa Ayah Tiri Berulang Kali
“Sehingga klien nantinya akan menjadi manusia yang produktif dan tidak kembali melakukan tindakan kriminal,” Ungkap Rolan.
Sementara itu, Plt Kanwil Kemenkumham Lampung Ida Asep Somara menambahkan, aplikasi Simpapa ini difungsikan untuk mengawasi keberadaan dan kegiatan klien Bapas yang merupakan para mantan narapidana yang saat ini tersebar di tengah-tengah masyarakat.
“Selain itu, pada saat mereka juga punya aktifitas produktifitas, tapi kesulitan dalam hal pemasarannya, maka aplikasi ini bisa membantu mempromosikan karya mereka,” Kata Ida Asep.
Aplikasi Simpapa ini merupakan inovasi dari Bapas Bandar Lampung. Asep bilang, nantinya akan dilaporkan ke komite teknologi informasi yang ada di Kemenkumham.
“Kalau memang aplikasi ini bisa dimanfaatkan di seluruh Bapas ya boleh saja,” Kata nya.

Ihwal pelatihan kemandirian, pihaknya sengaja memilih pelatihan bidang cukur rambut pada tahun ini karena melihat profesi ini sedang dibutuhkan di masyarakat, dan banyak klien Bapas juga punya minat di bidang ini.
“Mungkin ke depan bisa saja di bidang elektronik, otomotif, menjahit, dan sebagainya,” Kata nya.
Asep juga mengatakan, kehadiran lembaga pemasyarakatan adalah upaya terakhir untuk menampung orang-orang yang retak hubungannya dengan tuhannya, retak hubungan dengan lingkungan sekitarnya, dan retak dengan penghidupannya atau mata pencahariannya. Maka Lembaga Pemasyarakatan harus memperbaiki semua keretakan itu.
“Salah satunya upaya memperbaiki retak dengan penghidupannya, maka kita didik dengan pembinaan kemandiriannya, diberi pelatihan-pelatihan,” Pungkasnya. (*)







Komentar