VoxLampung.com, Bandar Lampung – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim mengungkapkan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang bocah usai bermain meriam bambu. Kejadian tragis di Wonosobo, Tanggamus, beberapa hari yang lalu itu menyita perhatiannya sebagai wakil rakyat.
Senator Lampung itu mengatakan, sebagai sebuah musibah, kejadian itu adalah takdir yang sudah Allah Swt tentukan kepada hambanya. Meski demikian, secara ikhtiar manusia, kejadian itu bisa dihindari jika semua pihak, khususnya orangtua, kata dia, memperhatikan permainan anak-anak yang membahayakan.
Abdul Hakim mengatakan, kejadian itu bisa menjadi momentum untuk sama-sama mengawasi anak-anak kita dalam bermain dan mengisi waktu puasa mereka. Abdul Hakim ingin, semua warga mempunyai kepedulian yang sama agar mencegah kejadian itu di tempat lain.
Termasuk juga dalam konteks bermain petasan yang membahayakan.
BACA JUGA: Anggota DPD RI Abdul Hakim Minta Kelurahan Rejomulyo Fokus Atasi Dampak Pandemi Covid-19
Abdul Hakim mendorong aparat untuk lebih mengawasi peredaran petasan di kalangan anak-anak. Sebab, hal itu rentan menyebabkan kecelakaan imbas bermain benda berbahaya itu.
Abdul Hakim juga mendorong tokoh agama dan ustaz-ustazah untuk membimbing anak-anak mengisi waktu Ramadan mereka dengan tadarus di masjid. Dengan begitu, waktu mereka bermain yang membahayakan bisa dikurangi. Dan peluang bencana seperti kasus di atas bisa dihindari. (*)







Komentar