oleh

Anggota DPD Abdul Hakim Dorong Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Nelayan

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (Dapil) Lampung Abdul Hakim mendorong pemangku kepentingan memperhatikan kesejahteraan nelayan.

Hari ini, 6 April 2021, diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Ini adalah upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Abdul Hakim mengatakan, mengutip Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, total luas wilayah Indonesia adalah 5,19 juta kilometer (km) persegi. Luas daratan mencapai 1,92 juta km persegi dan luas lautan mencapai 3,27 juta km persegi.

Luas perairan Indonesia hampir tiga kali lipat luas daratannya. Kondisi ini menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara maritim dengan luas wilayah yang cukup besar.

Menurut data BPS, nilai PDB Subsektor Perikanan Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp254,11 triliun (gabungan perikanan tangkap dan budi daya).

BACA JUGA: Kapolri Cabut Telegram Soal Media Dilarang Tampilkan Kekerasan Aparat

Kontribusi subsektor perikanan terhadap perekonomian Indonesia mencapai 2,80%. Menurut beberapa ahli kelautan, nilai tambah subsektor perikanan masih sangat potensial untuk terus dioptimalkan. Salah satu indikatornya, tahun 2020 pertumbuhan subsektor perikanan masih bertahan positif di tengah pandemi Covid-19 dengan capaian 0,73%.

Dengan jumlah penduduk 271.62 juta jiwa, semestinya konsumsi produk perikanan di Indonesia cukup menjanjikan. Berdasarkan Laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2011, konsumsi ikan per kapita Indonesia justru masih sangat rendah dibandingkan dengan konsumsi negara berkembang lainnya.

Menurut laporan tersebut, konsumsi ikan masyarakat Indonesia tahun 2011 hanya mencapai 32,25 kg per tahun atau sekitar 0,09 kg per hari. Sementara Malaysia, mencapai 55,40 kg per tahun. Kabar baiknya, pertumbuhan konsumsi ikan per kapita Indonesia mencapai 5,04% sedangkan Malaysia hanya mencapai 1,26% per tahun.

Besarnya pertumbuhan tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi ikan semakin membaik. Data 2020, dalam publikasi BPS, Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia 2020, konsumsi per kapita ikan dan udang segar serta konsumsi per kapita ikan dan udang diawetkan sudah mencapai 38,42 kg per tahun atau sekitar 0,11 kg per hari.

BACA JUGA: Abdul Hakim Upayakan Penambahan Rusunawa Untuk 128 Ribu Warga Tak Mampu

Jika kita bandingkan dengan rekomendasi ideal konsumsi ikan per kapita menurut WHO, yaitu 32,70 kg per tahun atau setara dengan 12,89 gram protein per hari, maka sesungguhnya batasan minimal konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia sudah terpenuhi.

Dari sisi suplai, menurut Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, jumlah produksi ikan di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 23,13 juta ton. Jumlah tersebut gabungan antara produksi perikanan tangkap dan budi daya.

Produksi perikanan tangkap mencapai 7,36 juta ton (31,82%) dan produksi perikanan budi daya mencapai 15,77 juta ton (68,18%).

Dengan sebaran data itu, Abdul Hakim menilai, peran pemerintah perlu ditingkatkan agar kesejahteraan nelayan ini bisa meningkat. Sehingga, konsumsi hasil perikanan Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Abdul Hakim juga mendorong multipihak agar menjaga kelestarian alam di laut sehingga potensi perikanan kita terjaga. Masyarakat di pesisir juga didorong untuk sama-sama menjaga ekosistem sehingga potensi perikanan bisa optimal. (*)

Komentar