VoxLampung.com, Bandar Lampung – Anggota Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Hakim berupaya memperjuangkan agar ada tambahan minimal 197 kuota penerima bidikmisi atau total 1.088 lulusan SMA berprestasi dari keluarga yang tidak mampu, dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dengan fasilitas ini.
Abdul Hakim mengatakan, program bidikmisi sangat bermanfaat bagi lulusan SMA dari keluarga tidak mampu, termasuk penerima manfaat dari program keluarga harapan (PKH).
Abdul Hakim bilang, ia ingin setiap tahun ada banyak anak yang bisa dibantu lewat bidikmisi ini. Dengan adanya bantuan itu, pemerintah menjamin bahwa mereka yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bisa kuliah dengan baik dan mampu menyelesaikan studi sesuai dengan tenggat.
Sejauh ini, lanjutnya, ia sering berkoordinasi dengan koordinator wilayah PKH di Lampung. Tujuannya, mengetahui jumlah anak PKH yang bisa melanjutkan perguruan tinggi dan mendapatkan bidikmisi.
“Kami terbantu dengan adanya Gerakan Ayo Kuliah. Ini akan menstimulus anak-anak untuk mau kuliah dan kemudian lulus lalu bekerja sehingga bisa mengangkat derajat kesejahteraan keluarga,” ujar Abdul Hakim dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 4/4/2021.
Abdul Hakim menuturkan, ia juga tengah mendorong agar perguruan tinggi memberikan kemudahan akses bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan begitu, akses mereka untuk memperoleh bidikmisi menjadi mudah.
“Jangan sampai mereka yang sudah diterima di perguruan tinggi kemudian mundur karena alasan biaya kuliah. Inilah peran penting agar semua anak-anak dari keluarga tak mampu bisa memperoleh bidikmisi,” tutupnya.
Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.
Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi (lihat penjelasan Pasal 76 UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi).
Walaupun demikian, syarat prestasi pada bidikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima bidikmisi terseleksi dari yang benar benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. (*)




Komentar