VoxLampung.com, Pesawaran – Ratusan Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Bandar Lampung dilatih bela diri militer dan pengenalan senjata. Bekerjasama dengan Batalyon Infanteri-7 Marinir, para petugas dilatih guna meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.
“Ini dimaksudkan agar para petugas (Rutan) lebih disiplin, lebih semangat dan mempunyai motivasi tambahan,” Kata Kadivpas Kemenkumham Lampung Farid Junaedi, Kamis, 1/4/2021.
Farid menjelaskan, para petugas Rutan memang memerlukan pelatihan tambahan lantaran pekerjaan mereka yang memiliki risiko yang cukup tinggi.
“Pelatihan ini memang diperlukan oleh petugas Rutan untuk menambah motivasi, agar ketika bekerja punya nyali, kemampuan dan kapasitas. Karena yang dihadapi bukan penduduk biasa, tetapi masyarakat yang memang punya masalah, sehingga perlu kita lakukan penambahanan pelatihan,” Terang Farid.
BACA JUGA: Berantas Narkoba, Petugas dan Napi Rutan Bandar Lampung Jalani Tes Urine
Sementara itu, Kepala Rutan Bandar Lampung Sulardi menambahkan, pelatihan ini bertujuan memberikan motivasi semangat bekerja, meningkatkan kemampuan bela diri dan menembak.
“Pelatihan hari ini diikuti 100 orang petugas, dari total 127 petugas di Rutan Bandar Lampung,”
Letkol Mar Budi Wijani, Komandan Batalyon Infanteri-7 Marinir menerangkan, pihaknya dipercaya oleh Rutan Kelas I Bandar Lampung untuk memberikan pelatihan pengenalan senjata dan bela diri militer.
Tentunya, kata Budi, pelatihan ini untuk menunjang pekerjaan para petugas Rutan, karena mereka menghadapi masyarakat yang dalam tahap pembinaan, termasuk pula para teroris yang sedang menjalani hukuman.
BACA JUGA: Pasca Penyerangan Mabes Polri, Polda Lampung Tingkatkan Kewaspadaan
“Sehingga harapannya, dengan diberikan pelatihan semacam ini, maka para petugas Rutan semakin profesional dan mempunyai dedikasi atau semangat kerja yang lebih lagi, karena selain latihan senjata dan bela diri, kami juga bekali dengan motivasi bekerja untuk membangkitkan semangat dan mental mereka,” Jelasnya.
Kendati pelatihan hanya dilaksanakan satu hari, tapi prosesnya dimaksimalkan, supaya bisa mencakup semua tujuan dan sasaran dalam pelatihan ini.
“Karena hanya satu hari, maka diberi pelatihan bela diri praktis untuk melumpuhkan sasaran secara cepat, yang bisa langsung dipraktikkan oleh petugas,” Imbuhnya. (*)







Komentar