VoxLampung.com, Tanggamus – Sempat menjadi polemlik di kalangan fotografer beberapa waktu lalu terkait tarif motret di Pantai Gigi Hiu Lampung. PT Daanish Mika Salsa Tours & Travel akhirnya memberi penjelasan.
Perlu diketahui sebelumnya, Pantai Gigi Hiu mendapat sorotan usai memberlakukan tarif memotret yang konon mahal.
Dipotret oleh fotografer Indra Eka pada hari Sabtu, 30 Januari 2021, tertulis tarif terbaru memotret di Pantai Gigi Hiu sebesar Rp500 ribu untuk paket prewedding (1-8 orang), paket khusus fotografer Rp250 ribu (1-5 orang) dan paket khusus videografer Rp350 ribu (1-5 orang) di luar harga tiket masuk sebesar Rp15 ribu per orang.
Alhasil kabar soal tarif itupun viral. Persoalan itu pun akhirnya sampai ke telinga Kadis Pariwisata Tanggamus Retno Noviana Damayanti.
Baca juga: Heboh, Motret di Pantai Gigi Hiu Kena Tarif Rp250 Ribu, Fotografer Kapok
“Belum, kita dapat infonya baru. Gigi Hiu ini kan baru setahun ini dikelola PT DMS, dulunya kepemilikannya kan bukan punya Pak Gustam (owner PT DMS) ini. Setahun ini dia membeli lahan yang kebetulan melewati Gigi Hiu. Makanya kalau Gigi Hiunya kan punya Allah SWT. Akses jalan masuknya itu melewati lahan dia,” ujar Retno, dilansir dari detikTravel, Selasa, 2/2/2021.
Pemilik PT DMS Agustam Syah lantas memberikan klarifikasinya via sebuah video Youtube, yang diunggah channel bolone mbak nunik. Agustam memberikan penjelasannya mengenai tarif tersebut.
“Sebetulnya beberapa hari ini saya membaca semua sumber dan saya berbesar hati berpikiran positif terhadap apa yang dikeluhkan teman-teman fotografer itu terhadap kawasan wisata ini,” ujarnya membuka video.
Dalam prosesnya, Agustam membangun tempat wisata itu dan mempekerjakan sekitar 9 orang warga lokal. Dari situ, Agustam mengatakan kalau ia telah mengikuti prosedur.
Baca juga: Pesona Pantai Mandiri Pesisir Barat, Berpasir Hitam dan Lokasi Nikmati Sunrise-Sunset
“Tentu saya dalam mengoperasikan ini butuh biaya yang tidak sedikit, lalu saya mulai pelajari peraturan daerah atau perundangan yang mengatur di tempat wisata. Di situ dijelaskan harga tiket masuk Rp10 ribu dengan tiket parkir Rp15-25 ribu, tapi yang kita patok masih Rp15 ribu,” ujarnya.
Kembali ke soal tarif memotret yang dipatok Rp250 ribu bagi fotografer di Pantai Gigi Hiu, Agustam menyebut kalau ia merujuk pada mekanisme pasar. Terlebih, hanya produk berupa spot yang bisa dijual dari Pantai Gigi Hiu saat ini.
“Setelah saya perhatikan pantai ini tak cocok untuk orang mandi. Setelah saya lihat produk yang bisa dijual adalah spot, foto, video begitu lah ya. Orang pre-wedding bagaimana saya menerapkan harga itu. Di Perda kan tidak diatur. Sebetulnya harga yang Rp250 ribu itu dalam pandangan saya dan mekanisme pasar di sini yang sudah terjadi. Semenjak saya ambil alih di bulan 7 ini tak ada keluhan seperti ini, malah mereka banyak memberikan tips segala macam,” Papar Agustam.
Baca juga: Kabar Gembira! Lowongan CPNS Dibuka April, Ini Syarat Lengkapnya
Atas masukan yang diterima, Agustam kembali menjabarkan sejumlah fakta. Di tengah pandemi, biaya operasional di Pantai Gigi Hiu Lampung adalah murni dari subsidinya.
“Intinya gini, kalau kita cinta kita harus rawat. Perawatan yang bagus, bersih, butuh biaya. Dan selama ini saya subsidi terus, ini belum untung, mungkin saya meninggal belum untung ini,” curhatnya.
Selama pandemi, Agustam mengaku kalau Pantai Gigi Hiu hanya dikunjungi sekitar 80 hingga 100 pengunjung per hari di saat weekend. Dikali biaya karcis, jumlahnya masih tidak begitu signifikan untuk menggaji SDM dan pembangunan infrastruktur.
“Jadi kalau per bulan taruhlah 400 dengan harga tiket per orang Rp15 ribu, yang saya dapat itu Rp 6 juta. Yang harus saya kasih makan 9 orang, PT DMS terus mensubsidi. Saya tidak menggunakan SDM dari kota,” terangnya.
Lebih lanjut, Agustam ingin mengajak para fotografer untuk berkolaborasi bersama.
“Bahkan saya sudah punya rencana mau mengundang para fotografer itu. Kita buat semacam lomba, bahkan kita inisiasi dan kita asistensikan. Kita free kan, mungkin dilombakan seperti apa,” tutupnya.(Riduan)




Komentar