Voxlampung.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Konghucu dan Tionghoa mengirim angpau Imlek 2021 via transfer maupun ojek online. Hal itu lantaran Imlek tahun ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19.
“Imlek ini bermakna tahun baru, Imlek ini bermakna harapan baru dan Imlek ini juga bermakna keberuntungan baru. Oleh karena itu, bapak ibu sekalian, tanpa mengurangi makna-makna tersebut saya mengimbau agar teman-teman dari umat Konghucu dan Tionghoa juga bisa melaksanakan Tahun Baru Imlek ini dengan cara yang baru, cara dimana kita melakukannya bersama dengan keluarga kita,” kata Menkes Budi Gunadi, dikutip dari Detikcom.
Ia mengimbau masyarakat Konghucu dan Tionghoa merayakan Imlek
dengan tetap di rumah saja, sedangkan pengiriman angpau bisa dikirim secara transfer ke saudara-saudara. Selain itu bisa juga mengirimkan angpau ke saudara menggunakan jasa ojek online.
“Saya sama dengan pak Menteri Agama pernah terima angpau juga, tapi memang walau amplop merahnya seru yang lebih seru kan yang di dalam amplop merahnya. Ya kita juga bisa melakukannya itu dengan mengirimkan amplop merahnya itu dengan dompet digital sekarang sudah sangat mudah,” ungkapnya.
“Kalau merasa mau amplop merahnya dikirimkan juga ke anak cucu saudara teman-teman bisa juga kirim lewat Gojek sekaligus cara baru ini bisa menyejahterakan teman-teman kita (ojol). Kirim di amplopnya di dalamnya ada kertas ada tulisan sebentar lagi akan ditransfer sebesar ini. Itu menarik juga,” imbuhnya.
Baca juga: UIN Raden Intan Resmi Turunkan UKT Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19
Selain itu, pada Imlek 2021 ini, event nonton barongsai juga tetap bisa dilakukan secara online. Selain itu lomba barongsai juga bisa dilakukan secara virtual.
“Barongsai pun bisa juga ditampilkan di YouTube bahkan kita bisa menyelenggarakan lomba barongsai mana yang paling bagus sekalian di YouTube,” ungkapnya.
Budi Sadikin berharap cara baru ini tidak mengurangi makna perayaan Imlek seperti tahun sebelumnya. Justru menurutnya, perayaan Imlek tersebut bisa tetap dilakukan dengan memerhatikan protokol kesehatan.
“Jadi bapak ibu, cara-cara baru merayakan Imlek tanpa mengurangi makna Imlek sebagai tahun baru, harapan baru, dan keberuntungan baru itu saya rasa tetap dengan memperhatikan budaya Indonesia, khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa namun tetap sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.(*)







Komentar