VoxLampung.com, Bandar Lampung – Harga daging sapi di Bandar Lampung mencapai Rp125 ribu per kilogram. Hal ini membuat para pedagang lesu, lantaran daging sapi jadi sepi peminat.
“Saya mengeluh, pembeli juga mengeluh. Naik drastis nya sekitar 4 hari belakangan ini,” Kata Ipul, pedagang daging sapi di Pasar Bambu Kuning Bandar Lampung, saat ditemui Voxlampung, Senin, 25/1/2021.
Ipul bilang, kenaikan harga daging sapi, mulai dari Rp10 ribu per kilogram. Semakin hari kian melonjak, dan kini di angka kenaikan Rp15 ribu per kilogram nya.
“Jadi dari harga sebelumnya Rp110 ribu, sekarang sudah Rp125 ribu,” Kata Ipul.
Baca juga: Robot Humanoid Sophia Bakal Diproduksi Massal di Tengah Pandemi Covid-19
Kenaikan harga yang cukup tinggi itu membuat para pembeli komplain dan mempertanyakan penyebab kenaikan harga. Ipul mengaku hanya menjawab seadanya, lantaran tak bisa menjelaskan secara detail ihwal penyebab utamanya.
“Ya saya hanya bilang bahwa harga ini memang ngikut dari sana nya. Dari pengecernya segini. Kalau saya ini menyesuaikan saja. Kalau dari bos nya naik, ya saya ikut naik,” Ungkap Ipul.
Tak hanya daging sapi, kenaikan harga juga terjadi pada daging kambing. Kendati demikian, penjualan daging kambing masih terbilang stabil.
“Iya memang naik juga harganya. Tadinya Rp90 ribu per kilogram, sekarang sudah Rp100 ribu per kilogram. Tapi pembelinya ya stabil aja,” Kata Sukria, pedagang daging kambing di pasar yang sama.
Untuk diketahui, Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) sempat melakukan mogok berdagang selama tiga hari, yakni pada 20-22 Januari 2021. Aksi itu menanggapi kenaikan harga daging sapi yang cukup tinggi.
Adapun pemicu naiknya harga daging di Indonesia yaitu karena naiknya harga daging dan sapi hidup dari Australia.
Kementerian Perdagangan disebut bakal menerbitkan izin impor sapi. Impor daging sapi dilakukan guna menstabilkan harga yang mahal pada rumah pemotongan hewan.
Rencananya, para importir akan melakukan impor sapi dari negara Meksiko dan sapi Slaugther dari Australia. (*)







Komentar