Voxlampung.com, Lampung Utara – Kabupaten Lampung Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kotabumi, dengan jumlah penduduk kabupaten berjumlah 612.100 pada tahun 2019.
Nah, saat membicarakan Kotabumi, Lampung Utara, rasanya belum lengkap kalau belum menyebutkan tempat yang satu ini. Tempat itu adalah, Bendungan Way Rarem.
Bendungan Way Rarem berada di wilayah Kecamatan Abung Barat, tepatnya di Desa Pekurun berjarak sekitar 36 km dari Kotabumi (ibukota kabupaten Lampung Utara), atau sekitar 75 km dari Ibukota Provinsi Bandar Lampung.
Mengutip dari berbagai sumber, pada tahun 1980-1990an, Bendungan Way Rarem berada pada masa keemasannya. Hal ini karena Bendungan Way Rarem menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Lampung pada masa itu.
Saat itu, bendungan ini memiliki jumlah wisatawan lokal yang banyak dan menjadi tempat favorit bagi wisatawan.

Objek wisata Bendungan Way Rarem memiliki luas 49,2 hektar, tinggi bendungan 59 meter dan kedalaman air 32 meter.
Di samping untuk objek wisata, Bendungan Way Rarem juga berfungsi sebagai irigasi yang dapat mengairi lahan seluas 22.000 hektar, yang mencakup Abung Timur, Tulang Bawah Tengah, Tulang Bawang Udik, dan Kotabumi.
Perjalanan menuju ke bendungan cantik ini tidak sulit. Anda bisa memulai perjalanan dari Pusat Kota Bandar Lampung dan menuju ke arah Kotabumi.
Di tengah perjalanan, Anda akan bisa mendapati keberadaan ucapan selamat datang yang besar di Taman Wisata Way Rarem.

Pesona alam yang diberikan melalui obyek wisata ini sangat menarik. Hamparan air dengan latar belakang pegunungan yang hijau menyatu bernuansa keindahan dan kesejukan hati bagi setiap pengujung.
Tempatnya yang jauh dari hiruk pikuk manusia membuat hati Anda merasakan tentram dan nyaman menghabiskan waktu di bendungan ini.
Selain itu, di Bendungan Way Rarem juga telah dilakukan budidaya jaring apung dengan komoditas utama ikan nila dan ikan mas, serta ikan khas Sumatera lainnya.
Menurut informasi, pembudidaya di sana satu kelompok terdiri dari 7-10 orang dengan satu orang rata-rata mengusahakan jaring apung sebanyak 10-20 unit. (Ahmad Riduan)







Komentar