oleh

Dinas BMBK Lampung Usulkan Pembangunan 9 Ruas Jalan Utama, Ini Rinciannya

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung Mulyadi Irsan mengatakan, pada tahun 2021 ini, pihaknya mengusulkan pembangunan sembilan ruas jalan utama ke pemerintah pusat melalui APBN dan dibantu APBD.

“Ada 9 ruas yang kita ajukan ke pusat, ruas-ruas itu dipilih karena punya dampak ekonomi yang sangat luas,” Kata Mulyadi Irsan saat konferensi pers di Rumah Makan Kayu, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 7/1/2021.

Adapun sembilan ruas jalan yang dipilih yakni:

1. Bandar Lampung-Padang Cermin-Kota Agung.

2. Kotabumi-Tajab-Randu.

3. Riacudu-Simpang Korpi-Gerbang Tol.

4. Pringsewu-Sukoharjo.

5. Bandar Jaya-Simpang.

6. Simpang Sidomulyo-Jabung.

7. Liwa-Sumatera Selatan.

8. Gunung Sugih-Kota Gajah-Simpang Randu.

9. Lematang-Panjang-Pesawaran.

“Pemprov akan menguatkan konektifitas. Nanti dari Lematang ke Panjang kurang lebih 13 kilometer akan dibangun oleh PT Pelindo. Lanjut jalan dari Panjang ke arah pantai Pesawaran juga akan dibangun. Sehingga nanti wisatawan dari Palembang ke arah pantai Pesawaran tidak lagi kena macet karena jalannya sempit,” Papar Mulyadi.

Baca juga: Bansos, BLT dan BST Tahun 2021 Mulai Disalurkan ke Masyarakat Lampung

Mulyadi bilang, jalan yang ada di Provinsi Lampung sepanjang 1.700 kilometer, dengan 99 ruas jalan provinsi yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota di Lampung. Pada tahun 2020, dengan anggaran yang minim telah tercapai 74% jalan mantap.

“Sampai satu tahun setengah saya menjabat sejak tahun 2019 bulan Juli. Kondisi pembangunan jalan infrastruktur sudah berangsur membaik. Terbukti pada tahun 2020 mencapai 74 persen jalan mantap,” kata Mulyadi.

Menurutnya, sesuai visi-misi Gubernur Lampung, harus terhubung antara konektivitas infrastruktur jalan dengan ekonomi masyarakat di Lampung.

Kemudian, misi ini dihubungkan dengan program kerja dan rencana pada tahun 2021 program URC (unit reaksi cepat) yang sudah direncanakan di tahun 2020, bakal diluncurkan oleh Gubernur maupun Wakil Gubernur Lampung pada tahun 2021.

“Kami sebagai pekerja ini ada indikator. Yakni jalan mantap,” tandasnya.

Pada tahun 2020 lalu, karena fokus pembangunan infrastruktur juga melibatkan industri dan masyarakat, maka sudah ada industri yang ikut dalam memelihara jalan lewat CSR-nya.

“Industri juga dilibatkan untuk memelihara jalan. Seperti di Ulu Belu yakni PT Geothermal, di Waykanan PT. PSMI dan mudah-mudahan di tahun 2021 ini ada CSR industri lainnya,” kata Mulyadi.

Mulyadi berharap dukungan masyarakat Lampung untuk pembangunan infrastruktur Bumi Ruwa Jurai.

“Diharapkan, kami bisa mewujudkan tata kelola jalan yang lebih baik.
Memang tidak mudah, perlu proses dan waktu. Yang pasti, secara istikomah, kami ingin berikan yang terbaik,” Ungkapnya.

“Kami bicara kualitas dan kuantitas.
Kami menggandeng perguruan tinggi untuk melihat pekerjaan kami. Kami juga punya laboratorium yang tahun 2021 ini InsyaAllah diakreditasi, karena infrastruktur perlu laboratorium untuk mengukur kualitasnya,” Tambahnya. (Imelda)

Komentar

Rekomendasi