VoxLampung – Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfizul Quran Riyadhus Sholihin Bandar Lampung menggelar kegiatan Muhadoroh Kubro. Kegiatan lomba dai dan penampilan seni tersebut merupakan acara rutin yang digelar setiap dua bulan sekali.
Tema yang diusung pada kegiatan ini adalah “Be A Creative Santri”. Artinya, santri tidak sekadar diajarkan mengaji, tetapi belajar hal-hal yang lebih luas lagi terutama di bidang dakwah.
“Jadi, melalui acara ini, menjadi ajang menyemai benih-benih da’i di pesantren ini,” Kata Muhammad Arsy, pengajar Bahasa Arab Ponpes Riyadhus Sholihin saat ditemui Kamis malam, 26/11/2020.
Pada gelaran Muhdoroh Kubro yang merupakan perlombaan internal itu, ada penampilan da’i yang dilombakan antar kelompok dengan berpidato bahasa Arab, Indonesia, dan bahasa Inggris. Selain itu, ada penampilan kesenian oleh para santri Ponpes.
“Kalau yang ikut lomba da’i ada 9 orang, sedangkan yang tampil kesenian semua santri berperan aktif,” Ungkapnya.
Penampilan para santri cukup membuat terpana para penonton yang hadir, termasuk sejumlah warga sekitar Ponpes yang turut menyaksikan. Tak hanya untaian-untaian kata bernada dakwah yang membuat sejuk suasana sekaligus syahdu, penampilan seni para santri juga tak kalah membuat suasana menjadi meriah.
Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfizul Quran Riyadhus Sholihin terletak di Komplek Villa Mas, Jalan Dr Harun 2, Gang Agus Salim 1, Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung. Ponpes asuhan KH Ismail Zulkarnaen atau akrab disapa Abah Ismail itu sudah memiliki banyak prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Adapun sejumlah prestasi yang telah diukir diantaranya yakni Juara II Da’i tingkat Provinsi Lampung tahun 2020, Juara Pidato Bahasa Indonesia tingkat nasional tahun 2020, Juara II Lomba Cerpen tingkat Nasional 2020, serta Juara II Pidato Bahasa Arab tingkat Provinsi Lampung 2020.
Kemudian, salah satu santri Riyadhus Sholihin bernama Farhan juga berhasil khatam menghafal Qur’an 30 juz dalam waktu 2,5 bulan pada Program Tahfidz Leader Karawang 2020 di Pondok Pesantren Mandalla Khoar, November 2020 lalu.
Selain itu, Sholihin Ardi Oksandi, santri ponpes yang bersekolah di SMA Taruna Kebangsaan Kalianda Lampung Selatan jalur beasiswa juga akan berangkat mewakili Indonesia ke tiga negara yaitu Turki, Singapura dan Korea Selatan dalam program pertukaran pelajar pada Februari 2021 mendatang.
Abah Ismail yang juga Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bandar Lampung menyatakan, Ponpes Riyadhus Sholihin didirikan bukan untuk menjual kemiskinan atau kesedihan anak yatim piatu. Justru, mereka ingin mencetak anak yatim piatu menjadi generasi unggul, yang berbudi pekerti, cerdas, disiplin, dan berprestasi.
“Kami ingin menjadikan anak yatim punya harga diri dan kehormatan, bahkan punya prestasi yang luar biasa,”Jelas Abah Ismail.
Di Ponpes tersebut, anak yatim mendapatkan seluruh fasilitas secara gratis. Kehidupan sehari-hari seperti tempat tinggal, makan, dan kebutuhan lainnya, ditanggung sepenuhnya oleh Ponpes dengan fasilitas yang tergolong cukup mewah.
Selain itu, biaya pendidikan formal di luar Ponpes juga ditanggung sepenuhnya. Sehingga, santri yatim piatu tak perlu pusing soal biaya, dan bisa fokus belajar serta mengembangkan bakatnya masing-masing. (*)






Komentar