VoxLampung.com, Bandar Lampung – Santri Pondok Pesantren Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Bandar Lampung yang juga siswa Sekolah Kebangsaan Lampung Selatan, Ardi Oksandi, ternyata bukan mengikuti program pertukaran pelajar American Field Service (AFS), yang berlangsung di Malaysia.
Ardi menjelaskan, dirinya baru mengetahui ihwal kesalahan informasi tersebut beberapa pekan belakangan, setelah berhubungan langsung dengan pihak panitia AFS yang resmi.
Sebelumnya, Ardi mengatakan dirinya mengikuti kegiatan AFS yang berlangsung di Malaysia, bahkan menyabet dua penghargaan sekaligus dari KJRI di Serawak, Malaysia. Ardi mengaku, pada saat kegiatan berlangsung, ia memang sudah merasa ada yang janggal dengan kegiatannya. Terlebih, ia dan beberapa orang delegasi dari Indonesia juga dipisahkan dari pelajar dari negara lain selama kegiatan berlangsung.
Namun, sebagai pelajar yang berambisi mengejar cita-cita dan ingin mengharumkan nama bangsa, Ardi tetap mengikuti kegiatan tersebut hingga akhir acara.
“Ternyata panitia penyelenggara kegiatan yang saya ikuti itu diduga ilegal, dan bukan bagian dari AFS. Belakangan saya juga baru tahu bahwa itu bukan kegiatan resmi. Saya mohon maaf atas kekeliruan informasi yang saya berikan kepada media ini, karena ketidaktahuan saya,” Kata Ardi Oksandi kepada VoxLampung, kemarin.
Untuk itu, VoxLampung.com mengucapkan permohonan maaf kepada pihak-pihak terkait, terutama pihak AFS atas kekeliruan dalam pemberitaan yang kami tayangkan. Atas kesalahan informasi tersebut, kami telah menghapus berita yang telah tayang pada 14 September 2021, dengan judul “Lagi, Santri Ponpes Yatim Piatu Riyadhus Sholihin Ardi Oksandi Sabet Dua Penghargaan di Malaysia”. (*)







Komentar