VoxLampung.com, Bandar Lampung – Setelah diresmikannya jembatan layang (flyover) Sultan Agung, Kota Bandar Lampung pada Rabu pagi, 7 April 2021, masyarakat kota ini menaruh harapan terhadap jembatan layang ke-sebelas itu.
Salah satunya Sukamto (43). Pria yang berprofesi sebagai driver ojek online ini berharap, dengan diresmikannya flyover, bisa mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jalan Sultan Agung.
“Yah semoga bisa mengurai kemacetan, soalnya kan kalau dulu sebelum ada flyover ini di sini sering macet, terutama kalau hari libur,” ujar Sukamto.
Ditemui di tempat yang sama, Teh Ani (36) pedagang nasi di sekitar flyover pun menyampaikan harapannya.
BACA JUGA: Resmikan Flyover Sultan Agung, Eva Dwiana: Ini Dari Rakyat dan Kembali Untuk Rakyat
“Harapan saya cuma satu mas, ini kan jembatan udah bagus nih ya, udah cantik, tolong lah jangan di corat-coret dengan pilok yang lain-lain dan aneh-aneh lagi. Cukup gini saja udah cantik ini, ” tegas Ani penuh harap.
Pantauan VoxLampung.com di lokasi, Flyover Sultan Agung berbeda dengan flyover lainnya di Kota Tapis Berseri. Lukisan mural yang identik dengan bunga mendominasi bagian luar flyover. Selain bunga, ornamen khas Lampung tersaji di bangunan ini. Ada miniatur lampu berbentuk gajah, lukisan tapis dan masih banyak lagi.
Namun, dari sekian banyak keindahan tentang flyover ini ada secuil saran datang dari pengendara, terutama pengendara sepeda motor. Wawan Mulyawan (21), berharap flyover ini jangan dijadikan tempat untuk berswafoto.
BACA JUGA: Lagi Viral! Wisata Kampung Vietnam di Kemiling Bandar Lampung
“Iya semoga dengan ornamen yang sudah bagus ini, gag ada yang foto-foto dan memperlambat kecepatan, kayak yang di underpass itu, banyak yang foto-foto terus berhenti dadakan. Kalau kaya gitu bahaya untuk pengendara. Tapi untuk keindahan, flyover ini indah banget kok, lain dari pada yang lain,” pungkas Wawan.
Sebelumnya diberitakan, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana meresmikan Flyover Sultan Agung pada Rabu pagi, di halaman parkir Hotel Radisson Bandar Lampung. Acara juga dihadiri Herman HN, mantan walikota, yang dijuluki Bapak Pembangunan. (Riduan)







Komentar