VoxLampung.com, Lamsel — Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026). Kolom abu vulkanik bahkan terpantau mencapai sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut.
Data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu mencapai Flight Level (FL) 480. Abu vulkanik tersebut bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.
Meski aktivitas vulkanik meningkat, kondisi tersebut sejauh ini belum berdampak terhadap aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan masyarakat masih dapat beraktivitas secara normal. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
“Dapat kami laporkan bahwa kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi, akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” kata Maturidi, Sabtu (5/9/2026).
Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III (Siaga). Sejak Jumat (4/9/2026), gunung api tersebut mengalami erupsi berulang yang disertai semburan lava pijar (lava fountain) dengan ketinggian diperkirakan mencapai 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.
BPBD Lampung Selatan terus memantau perkembangan aktivitas GAK, terutama potensi dampaknya terhadap wilayah pesisir.
Pemantauan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran.
Desa Tangguh Bencana di Desa Rajabasa dan Pulau Sebesi juga terus diaktifkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan masyarakat.
“Selalu berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan petugas badan vulkanologi yang berada di Hargo Pancuran untuk mengamati situasi dan kondisi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Nelayan dan Wisatawan Diminta Tak Mendekat
Di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung, BPBD mengingatkan nelayan dan wisatawan agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta menjauhi gunung api tersebut dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.
“Diimbau kepada seluruh warga masyarakat, nelayan, wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau radius tiga kilometer, serta untuk selalu tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Maturidi.
BPBD juga mengingatkan warga untuk mengantisipasi kemungkinan hujan abu vulkanik.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.
Warga juga dianjurkan menutup sumur dan sumber air terbuka untuk mencegah kontaminasi debu vulkanik.
BPBD meminta masyarakat tidak panik dan selalu mengikuti informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Syahbandar, maupun BPBD.
Informasi yang belum terverifikasi juga diminta tidak langsung dipercaya maupun disebarluaskan.
Untuk kondisi darurat atau membutuhkan penanganan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan di 0823-5892-4600.
Pemkab Lampung Selatan memastikan pemantauan akan terus dilakukan sembari mengimbau masyarakat tetap beraktivitas normal dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan instansi berwenang.(Rls)







Komentar