VoxLampung.com, Muaradua – International Coffee Partners (ICP) bersama Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS) Indonesia merayakan 25 tahun kiprahnya dalam mendukung petani kopi skala kecil di Indonesia melalui kegiatan bertajuk “25 Years ICP Indonesia – Celebrating Long-Term Partnership and Impact” yang digelar di Alana Hotel, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kamis, 11/6/2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen ICP dalam meningkatkan kesejahteraan petani kopi melalui pendekatan berkelanjutan, kolaboratif, dan berbasis kemitraan jangka panjang.
Lebih dari 110 peserta menghadiri acara ini, mulai dari petani kopi, kelompok tani, pemerintah daerah, pelaku industri kopi, lembaga keuangan, organisasi nonpemerintah (NGO), hingga insan media.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan turut menunjukkan dukungan terhadap pengembangan sektor kopi melalui kehadiran Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zulfakar Dhani, S.Sos., yang mewakili Bupati OKU Selatan, bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam sesi utama, HRNS Indonesia selaku pelaksana program ICP memaparkan perjalanan panjang serta berbagai dampak yang telah dirasakan petani selama program berlangsung. ICP sendiri merupakan kemitraan tujuh perusahaan kopi keluarga di Eropa yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan petani kopi kecil melalui praktik pertanian berkelanjutan.
Sejumlah capaian penting yang berhasil diraih melalui program tersebut antara lain peningkatan produktivitas kopi petani, kenaikan margin keuntungan hingga lebih dari empat kali lipat, meningkatnya adopsi praktik pertanian yang baik dan ramah iklim, serta bertambahnya partisipasi perempuan dan generasi muda dalam sektor perkopian.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, ICP juga menerapkan pendekatan holistik melalui penguatan kelembagaan petani, pengembangan bisnis keluarga, adaptasi terhadap perubahan iklim, inklusi gender, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam rantai nilai kopi.
Acara ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman, praktik baik, dan pembelajaran dari lapangan. Berbagai rangkaian kegiatan digelar, mulai dari pemutaran video perjalanan ICP di Indonesia, penyampaian testimoni petani penerima manfaat, sesi cupping kopi unggulan OKU Selatan, hingga penyerahan penghargaan kepada petani berprestasi.
Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, yakni Petani Inspiratif, Petani Produksi Terbaik, Perempuan Inspiratif, dan Pemuda Inspiratif. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi para petani dalam mengembangkan sektor kopi lokal.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi cupping test atau uji cita rasa kopi yang menampilkan kopi-kopi terbaik asal OKU Selatan. Dalam sesi tersebut, peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga perbankan, berkesempatan mencicipi langsung kualitas kopi lokal sekaligus memahami karakter cita rasanya.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga membuka peluang konkret untuk memperluas akses pasar kopi lokal, memperkuat branding kopi OKU Selatan, serta mempertemukan petani dengan calon pembeli dan mitra bisnis potensial.
Melalui sesi ini, potensi kopi OKU Selatan sebagai kopi berkualitas premium semakin ditegaskan. Produk kopi daerah tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus mendukung strategi hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di tingkat petani.
Dalam kesempatan itu, ICP kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani kopi menghadapi berbagai tantangan industri, termasuk dampak perubahan iklim dan dinamika pasar global.
“ICP berkomitmen untuk terus mendampingi petani kopi agar mampu bersaing di pasar, menerapkan praktik berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani,” kata Arman Ginting, Country Manager HRNS Indonesia, dalam presentasi kegiatan.
Ke depan, sinergi antara petani, pemerintah, sektor swasta, serta mitra pembangunan diharapkan semakin kuat guna mendorong terciptanya sistem perkopian Indonesia yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, International Coffee Partners (ICP) merupakan kemitraan internasional yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan kopi keluarga di Eropa untuk meningkatkan penghidupan petani kopi melalui investasi jangka panjang dan pendekatan kolaboratif.
Sementara di Indonesia, program ICP diimplementasikan oleh Hanns R. Neumann Stiftung (HRNS) dengan pendekatan berbasis petani yang partisipatif dan berorientasi pada dampak jangka panjang.(adv)







Komentar