VoxLampung.com, Bandar Lampung – Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina berhasil meraih predikat Terbaik 1 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026. Keduanya diumumkan sebagai pemenang pada acara puncak penganugerahan yang berlangsung di Balai Keratun Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu, 23/5/2026.
Posisi Terbaik 2 diraih oleh Fahza Aditia Arif dan R.J. Bladys Sultany Nyalam. Sementara Terbaik 3 diraih Muhammad Luthfi Handika dan Gusti Maharani, Terbaik 4 diraih Hudzaifah Ubaydilah dan Sera Trahella, serta Terbaik 5 diraih Tri Wahyuni dan Algani Balqis.
Selain itu, predikat Duta Bahasa Berbakat diberikan kepada Syamsul Sunardi dan Alya Rahma Febriani. Predikat Duta Bahasa Multimedia diraih Gunawan dan Anisa Bella Safitri.
Zebua Trisga Romadhona dan Desta Prianti meraih gelar Duta Bahasa Provinsi Lampung 2026 sekaligus menjadi Duta Emas Galeri 24. Adapun penghargaan Duta Emas Galeri 24 juga diberikan kepada I Wayan Angga Astika dan Ratu Ananda Salsabila. Sementara Duta Bahasa Favorit Provinsi Lampung 2026 diraih Ziya Ibnu Wafi dan Mariska.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Hasnawati, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini berlangsung ketat dan berjenjang. Peserta yang lolos harus memiliki predikat minimal unggul dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Mereka kemudian mengikuti tahapan wawancara yang menguji kemampuan berbahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Lampung hingga terpilih 20 finalis.
Menurut Hasnawati, para finalis juga menjalani tahap Krida Duta Bahasa dengan melaksanakan berbagai program kreatif dan inovatif untuk meningkatkan literasi serta pelestarian bahasa daerah. Beberapa karya yang dihasilkan antara lain permainan edukatif penyusunan bahasa dan aksara Lampung, aplikasi berbasis Meta AI WhatsApp yang berfungsi sebagai kamus bahasa Lampung sekaligus media informasi budaya, hingga kartu aksara Lampung untuk penyandang tunanetra.
“Seluruh finalis menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Persaingan sangat ketat karena para peserta memiliki kemampuan berbicara di depan publik yang sangat baik, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris,” ujar Hasnawati.
Ia berharap pasangan Terbaik 1 putra dan putri dapat mengharumkan nama Provinsi Lampung saat mewakili daerah pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.
Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Lampung, Rima Ulfayanti, yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, mengatakan pemilihan Duta Bahasa merupakan ruang bagi lahirnya generasi muda yang peduli terhadap bahasa, sastra, dan literasi.
“Kami percaya seluruh finalis adalah anak-anak muda terbaik yang memiliki semangat menjaga martabat bahasa Indonesia, mencintai bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai jendela dunia,” katanya.
Rima berharap para duta bahasa dapat menjadi teladan sekaligus mitra aktif Balai Bahasa dalam menyebarluaskan sikap positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menjadi penggerak literasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, mewakili Gubernur Lampung, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan bahwa pemilihan Duta Bahasa bukan sekadar kompetisi kemampuan berbicara, melainkan ajang mencari figur generasi muda yang mampu mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta melestarikan bahasa daerah.
Menurutnya, di era digital, anak muda memiliki peran penting sebagai motor perubahan. Bahasa yang digunakan di media sosial tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan karakter, etika, dan kualitas generasi bangsa.
Ganjar mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguasaan bahasa asing, penggunaan bahasa Indonesia, dan pelestarian bahasa daerah. Ia menilai bahasa Lampung sebagai bagian dari identitas budaya yang harus terus dijaga, terlebih Lampung merupakan salah satu daerah yang masih memiliki sistem aksara sendiri.
“Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh berbagai upaya pembinaan bahasa, sastra, dan literasi kepada generasi muda. Membangun daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas manusia dan budaya masyarakatnya,” ujarnya.
Malam puncak penganugerahan juga dimeriahkan dengan penampilan tari kreasi adat Lampung dari 20 finalis serta penyampaian gagasan dan program kerja di hadapan dewan juri dan tamu undangan. Para pemenang memperoleh hadiah uang tunai dan berbagai hadiah lainnya dari sponsor, termasuk logam mulia dari Galeri 24.(*)







Komentar