oleh

YKI Lampung Perkenalkan Skrining Kanker Paru Berbasis AI, Akurasi Capai 96 Persen

VoxLampung.com, Bandar Lampung — Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi Lampung berkolaborasi dengan PT Sinergi Global Alkesindo, menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, pada Sabtu, 14/2/2026, di Hotel Emersia, Bandar Lampung.

Mengusung tema “The Innovative CT CAD Lung Cancer Screening”, kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan skrining dan deteksi dini kanker paru melalui pemanfaatan Low-dose CT (LCT) dan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Tujuan dan Peserta Seminar

Ketua pelaksana seminar, dr. Diah Anjarini, M.Epid, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas pengetahuan dokter radiologi dan pulmonologi tentang skrining dan deteksi dini kanker paru menggunakan LCT dan Lung AI.

“Selanjutnya tujuannya adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan klinis dasar Lung AI. Selain itu juga membantu dokter dalam mengidentifikasi dan menandai nodul paru pada rangkaian gambaran CT paru bilateral serta menampilkan hasil penandaan dan deteksi bagi dokter selama pemeriksaan rutin,” jelasnya.

Seminar ini diikuti kurang lebih 180 peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, Direktur Rumah Sakit, dokter spesialis perwakilan YKI kabupaten/kota, pengurus YKI kabupaten/kota, pengurus YKI Provinsi Lampung beserta dokter spesialis di dalamnya. Hadir pula perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kanker Paru Masih Jadi Penyumbang Kematian Tertinggi

Ketua YKI Cabang Lampung yang diwakili Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung dr. Imam Ghozali menyampaikan bahwa setiap tahun di Indonesia terdapat sekitar 400.000 kasus kanker baru dan lebih dari 242.000 orang meninggal dunia.

“Angka ini besar sekali. Kita tidak bisa menganggap kanker sebagai penyakit yang nanti saja dicegahnya. Salah satu jenis kanker yang paling banyak menyumbang kematian adalah kanker paru,” ujarnya.

Ia menegaskan, polusi udara dan asap rokok memiliki andil besar terhadap tingginya kasus kanker paru. Rokok, katanya, masih menjadi problematika dan tantangan kesehatan di Indonesia.

Menurutnya, pemeriksaan dini seperti CT scan yang kini diperkuat teknologi digital dan AI mampu membantu dokter mendeteksi kanker paru lebih cepat. “Kalau kanker ditemukan lebih awal, peluang untuk ditangani akan jauh lebih baik,” katanya.

YKI Lampung Perkenalkan Skrining Kanker Paru Berbasis AI, Akurasi Capai 96 Persen
Direktur RSUDAM Lampung dr Imam Ghozali meninjau stan alat kesehatan di acara seminar “The Innovative CT CAD Lung Cancer Screening” di Hotel Emersia Bandar Lampung, Sabtu, 14/2/2026. | Imelda/VoxLampung

Namun, ia mengingatkan bahwa kunci utama tetap pada kesadaran masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan tidak menyepelekan gejala sekecil apa pun.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga harapan bagi pasien.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penguatan layanan kesehatan, termasuk penanganan kanker. “Upaya ini akan jauh lebih kuat kalau kita laksanakan bersama-sama. Pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat harus saling mendukung karena masalah ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.”

Pentingnya Deteksi Dini dan Dukungan Teknologi AI

Deteksi dini dinilai jauh lebih penting untuk menekan biaya pengobatan dan mengurangi tingkat stres pasien maupun keluarga.

YKI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghadirkan teknologi deteksi berbasis AI guna mempermudah penemuan kelainan atau penyakit secara dini.

Meski demikian, penggunaan teknologi AI ini belum sepenuhnya di-cover BPJS Kesehatan karena masih menunggu regulasi tarif terbaru. Pihak medis di daerah tetap berupaya memaksimalkan anggaran yang ada agar pelayanan tetap optimal.

Harapannya, jaminan sosial dari pemerintah maupun swasta dapat mencakup pembiayaan teknologi mutakhir ini di masa mendatang.

Fasilitas dan SDM di Lampung

Provinsi Lampung, khususnya RSUDAM, telah memiliki fasilitas dan tenaga ahli memadai untuk penanganan kanker. RSUDAM memiliki konsultan onkologi di berbagai bidang, mulai dari paru, darah, anak, bedah, hingga penyakit dalam.

Upaya juga dilakukan untuk menarik tenaga ahli seperti spesialis Radiologi Toraks dari kabupaten ke tingkat provinsi agar dapat berkontribusi lebih besar di RSUDAM sebagai pusat pendidikan dan penelitian.

Meskipun data spesifik Provinsi Lampung belum tersedia secara rinci, data global menunjukkan terdapat 241 kasus baru kanker paru setiap tahunnya, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.

Ketua Bidang Umum YKI Lampung, dr. Zam Zanariah Ibrahim menegaskan bahwa kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi setelah gangguan jantung.

“Baik pemerintah maupun masyarakat harus saling bahu-membahu dan fokus pada deteksi dini, pengobatan yang sudah terjadi, serta pencegahan yang harus dilakukan bersama seluruh lini, baik masyarakat, pemerintah, stakeholder, maupun organisasi yang peduli terhadap kanker,” ujarnya.

Hasil Skrining CKG di Lampung

Berdasarkan data YKI Lampung, hasil skrining CKG terhadap laki-laki usia 45 tahun ke atas menunjukkan temuan serius.

Dari total 86.582 peserta skrining, sebanyak 14.323 orang atau 16,54 persen teridentifikasi memiliki risiko kanker paru.

Rinciannya:

  • Risiko sedang: 9.965 orang (69,57 persen)
  • Risiko ringan: 3.190 orang (22,27 persen)
  • Risiko berat: 1.168 orang (8,15 persen)

Data ini menunjukkan mayoritas peserta yang terdeteksi berisiko berada pada level sedang. Namun, terdapat lebih dari seribu orang masuk kategori risiko berat yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dini, terutama bagi kelompok usia di atas 45 tahun, agar kanker paru tidak terdeteksi pada stadium lanjut.

AI dengan Akurasi 96 Persen

YKI Lampung Perkenalkan Skrining Kanker Paru Berbasis AI, Akurasi Capai 96 Persen
Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti. | Dok. Imelda/VoxLampung

Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti, menjelaskan bahwa perusahaannya turut menyelenggarakan kegiatan ini karena bertepatan dengan peringatan World Cancer Day yang dilaksanakan YKI di seluruh Indonesia.

Ia menyebut, alat skrining kanker paru berbasis AI yang dibawanya berasal dari Taiwan dan berfungsi untuk skrining serta deteksi dini kanker paru.

“Kanker paru di Indonesia merupakan kanker yang sangat mematikan nomor satu di antara semua kanker dan sering datang tanpa gejala, langsung stadium lanjut. Dengan adanya V5med Lung AI ini tentu sangat membantu dalam penatalaksanaan kanker paru karena bisa lebih dini,” jelasnya.

Teknologi ini mampu menampilkan jumlah nodul, ukuran, volume, tipe nodul, hingga Lung-RADS score secara otomatis. Bahkan dapat membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah terapi.

Tingkat akurasinya mencapai 95,7–96 persen dan meningkatkan sensitivitas sekitar 20 persen dibandingkan tanpa AI. Teknologi tersebut telah mendapat persetujuan FDA Amerika Serikat.

Di Jakarta, alat ini telah digunakan di sembilan rumah sakit, sementara di Lampung masih dalam tahap introduksi. Harga alat mencapai di atas Rp3 miliar.

“Untuk alat kesehatan di Indonesia, ini masih sangat terjangkau,” ujarnya.

Dalam seminar itu, Kanti memberikan paparan kepada peserta terkait pemanfaatan teknologi AI dalam skrining kanker paru, dan juga memperkenalkan produk alat kesehatan pendukung.

Selain Kanti, seminar itu juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya. Adapun dr. Sukarti, M.Kes, Sp.P (K) Onk., Toraks, FAPSR membahas skrining dan deteksi dini kanker paru di Indonesia.

Kemudian, dr. Rigatianus Bagus Pratignyo, M.Kes., Sp.A., Subses HO (K) memaparkan tumor paru pada anak. Lalu, Peran patologi anatomi dalam penegakan diagnosis kanker paru disampaikan dr. Indah Yati, Sp.PA.
Sementara dr. Anse Diana V.M., Sp.Rad., T.R (K) mengulas bagaimana skrining dan deteksi dini dapat meningkatkan luaran pengobatan kanker paru di Indonesia.

Seminar ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, karena kanker paru kerap datang tanpa gejala, tetapi dampaknya bisa sangat mematikan.(*)

Komentar