VoxLampung.com, Bandar Lampung — Di era digital saat ini, media sosial menjadi wadah penyebaran informasi yang sangat luas. Namun, selain membawa dampak positif, media sosial juga kerap disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks dan informasi negatif. Melihat hal tersebut, Bidang Humas Polda Lampung menggelar pelatihan bersama para pegiat media sosial di Villa Rumah Kayoe, Bandar Lampung, Rabu, 22 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya akademisi Dr. Benny Karya, Aipda Romi Indra, serta Tiondon Mayzal, yang mewakili tim Infokyai.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret Polda Lampung dalam membangun komunikasi yang terbuka dan edukatif dengan masyarakat di era digital.
“Media sosial ini bisa menjadi sarana edukasi,” ujar Kombes Pol Yuni.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi ilmu mengenai pemanfaatan media sosial. Yuni berharap kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anggota Bhabinkamtibmas, agar mampu mengolah konten yang informatif dan mendidik.
“Saya merasakan besar manfaatnya bisa bertemu Bhabinkamtibmas dan rekan-rekan Infokyai untuk berbagi pengalaman. Semoga kegiatan ini memberi manfaat bagi kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, Tiondon Mayzal, mewakili tim Infokyai, menegaskan pentingnya memahami etika digital dalam bermedia sosial.
“Kita harus bisa menyampaikan pesan dengan sopan, bijak, dan menghargai perbedaan. Ini mencerminkan profesionalisme serta karakter positif institusi kita,” katanya.
Menurutnya, tujuan utama bermedia sosial bukan sekadar mencari popularitas, tetapi memberikan nilai, menyebarkan manfaat, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Media sosial bukan hanya tentang eksistensi, tetapi tentang kontribusi,” tegasnya.(Rls)







Komentar