VoxLampung.com, Bandar Lampung — Lampung Literature dan Kemenkebud RI menggelar Diskusi Sastra #1 bertajuk “Puisi dan Prosa di Era Digital”. Bekerja sama dengan UKMF KSS Unila dan HMJ PBS FKIP Unila, kegiatan ini menghadirkan diskusi buku puisi Hari-hari Bahagia karya Ari Pahala Hutabarat. Acara bertempat di Aula C FKIP Universitas Lampung, pada Rabu, 1 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB.
Diskusi menghadirkan narasumber Iswadi Pratama, Munaris, dan Ari Pahala Hutabarat, dengan Edi Siswanto sebagai moderator. Selain diskusi, acara juga menampilkan pembacaan puisi oleh tiga pembaca terpilih serta musikalisasi puisi oleh Orkes Bada Isya.
Menurut Iskandar, Ketua Lampung Literature, kegiatan ini merupakan ruang untuk memperkuat kehadiran sastra di tengah generasi digital.
“Sastra perlu tetap hadir sebagai medium ekspresi kultural dan intelektual. Melalui diskusi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sastra khususnya puisi terus relevan dan mampu menyentuh generasi muda,” ujarnya.
Anggi, Ketua HMJ PBS FKIP Unila, menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini.
“Bagi kami, diskusi sastra bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga ruang silaturahmi antar generasi. Mahasiswa PBS yang berasal dari berbagai prodi di jurusan bahasa dan seni bisa belajar langsung dari para praktisi.”
Sementara itu, Marisha, Ketua UKMF KSS Unila, menekankan pentingnya sastra untuk mahasiswa.
“Sekarang kita terbiasa dengan hal-hal serba cepat dan instan. Sastra bisa jadi penyeimbang—membuat kita meluangkan waktu, merenung, dan lebih peka terhadap sekitar. Kolaborasi ini memberi kita ruang bagi pertukaran gagasan yang memperkaya cara pandang kita terhadap sastra,” jelasnya.
Kegiatan ini menargetkan 50 peserta, terdiri dari mahasiswa, komunitas literasi, seniman, hingga masyarakat umum. Program akan berlanjut dengan Diskusi Sastra 2 pada 11 Oktober 2025 di Metro, dengan fokus pada buku prosa Rahasia Kesaktian Raja Tua karya Zen Hae.(Rls)







Komentar