oleh

Demo Petani Singkong Berujung Ricuh! Lemparan Batu Dibalas Water Canon dan Gas Air Mata

VoxLampung, Bandar Lampung — Aksi unjuk rasa ratusan petani singkong di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemprov Lampung berakhir ricuh. Massa yang menuntut keadilan atas anjloknya harga singkong terlibat bentrok dengan aparat, Senin siang, 5 Mei 2025.

Kericuhan pecah saat para petani memaksa masuk ke pelataran kantor dengan merobohkan kawat berduri. Lemparan batu melayang ke arah barisan aparat gabungan dari polisi dan Satpol PP yang berjaga.

“Kami datang membawa suara rakyat, tapi para wakil rakyat malah bersembunyi! Jangan halangi kami!” teriak orator aksi dari atas mobil komando, membakar semangat massa.

Tak kunjung ditemui pejabat, emosi para petani memuncak. Aksi damai berubah menjadi chaos. Aparat merespons dengan tembakan water canon dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Meski Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD akhirnya menemui perwakilan massa untuk berdiskusi, ketegangan belum sepenuhnya reda. Hingga sore hari, situasi di lokasi masih mencekam.

Baca Juga : Harga Singkong Anjlok, Wahrul Fauzi Silalahi Desak PJ Gubernur Lampung Respons Cepat

Harga Singkong Murah, Petani Merugi

Kemarahan petani dipicu oleh harga singkong yang merosot tajam. Saat ini, pabrik hanya membeli seharga Rp1.100 per kilogram, ditambah potongan kualitas atau rafaksi hingga 40 persen. Ini jauh dari harga acuan nasional yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebesar Rp1.350 per kilogram, dengan rafaksi maksimal 15 persen.

“Kami tidak minta lebih, hanya keadilan sesuai aturan. Tapi kami malah dipermainkan,” ujar salah satu petani yang ikut aksi.

Para petani berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata, bukan sekadar janji di tengah penderitaan rakyat kecil.(*)

Komentar