VoxLampung, Jakarta — Fakta mengejutkan terungkap dari laporan terbaru Bank Dunia. Meski sudah masuk kategori negara berpendapatan menengah-atas, mayoritas penduduk Indonesia ternyata masih tergolong miskin.
Dalam laporan Macro Poverty Outlook edisi April 2025, Bank Dunia mencatat, 60,3% penduduk Indonesia atau sekitar 172 juta orang hidup dengan pengeluaran kurang dari Rp115.278 per hari — standar kemiskinan untuk negara menengah-atas.
Jumlah ini dihitung berdasarkan populasi Indonesia yang mencapai 285,1 juta jiwa menurut data Susenas 2024 dari BPS. Standar yang digunakan Bank Dunia sendiri mengacu pada pengeluaran harian sebesar US$6,85 (dengan kurs Rp16.829 per dolar AS per 25 April 2025).
Menariknya, angka kemiskinan Indonesia versi Bank Dunia menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara, hanya kalah dari Laos (68,5%). Sementara negara tetangga lainnya mencatat angka jauh lebih rendah, seperti Malaysia (1,3%), Thailand (7,1%), Vietnam (18,2%), dan Filipina (50,6%).
Namun ada secercah harapan. Bank Dunia memproyeksikan tingkat kemiskinan di Indonesia akan turun perlahan menjadi 58,7% pada 2025, 57,2% pada 2026, dan 55,5% pada 2027.
Sebagai informasi, sejak 2023, Indonesia resmi masuk ke kategori negara berpendapatan menengah-atas, setelah pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita mencapai US$4.580. Standar Bank Dunia untuk negara berpendapatan menengah-atas berada di kisaran US$4.466—US$13.845 per kapita.
Dengan standar hidup yang lebih tinggi, tantangan pemerintah kini bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga bagaimana memastikan kesejahteraan benar-benar merata.(Rls)







Komentar