VoxLampung, Bandar Lampung – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin Bandar Lampung melaksanakan Salat Gaib untuk tiga anggota polisi yang gugur saat menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan. Salat gaib sudah dilakukan beberapa kali sejak kabar meninggalnya tiga anggota Polri tersebut, pada Senin malam, 17 Maret 2025.
“Alhamdulillah tiap malam kami melaksanakan salat gaib, sebagai ungkapan kita turut berduka cita atas peristiwa tersebut, bagaimana tiga tunas bangsa gugur dalam menjalankan tugasnya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, KH Ismail Zulkarnain di ponpesnya, Rabu, 19/3.
“Kami prihatin dan bersedih. Semoga pelakunya diberi hidayah, dan kita serahkan ke jalur hukum agar pelaku dihukum seadil adilnya,” imbuh kiyai yang akrab disapa Abah Ismail itu.
Ismail menerangkan, salat gaib bertujuan mendoakan jenazah agar mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT, meskipun jenazah tersebut tidak berada di hadapan orang yang menyalatkan.
“Kita berdoa agar ketiga Almarhum tiga prajurit polisi dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya,” katanya.
“Kami keluarga besar Ponpes Riyadhus Sholihin mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga yang ditingggalkan,” sambung Ismail.
Sebelumnya diberitakan, tiga anggota kepolisian dari Polres Way Kanan gugur saat melakukan penggerebekan di lokasi perjudian sabung ayam. Insiden ini terjadi pada Senin sore, 17/3/2025, sekira pukul 16.50 WIB di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Ketiga anggota polisi yang gugur adalah Kapolsek Negara Batin IPTU Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib. Mereka mengalami luka tembak di bagian kepala yang dilakukan oleh dua orang oknum anggota TNI.(Rls)





Komentar