oleh

Bahagianya Warga Umbul Kapuk Pesawaran, Air Gunung Betung Segera Mengalir ke Rumah

VoxLampung, Bandar Lampung – Raut bahagia tak bisa disembunyikan oleh masyarakat Umbul Kapuk, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Betapa tidak, setelah bertahun-tahun menunggu, air dari Gunung Betung tak lama lagi akan mengalir ke rumah-rumah warga.

Jamsah, salah satu warga mengatakan, pihaknya sangat senang dengan adanya proyek pengadaan air bersih yang dilaksanakan di desanya. Pasalnya, warga setempat selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di musim kemarau.

“Kendala warga di sini adalah air. Apalagi musim kemarau. Dua atau tiga bulan musim kemarau, warga sudah menyiapkan dirigen di rumahnya masing-masing untuk menampung air. Kami berharap (proyek pengadaan air) cepat selesai dan dapat tersalurkan ke rumah warga,” kata Jamsah, Minggu, 28/7/2024.

Warga Umbul Kapuk Pesawaran mengaku bahagia karena adanya program pengadaan air bersih. | ist

Hal senada dikatakan Ani dan Nur Hidayat, warga lainnya. Mereka sudah tak sabar ingin merasakan manfaat dari program pengadaan air bersih dan sejumlah fasilitas yang rencananya akan diberikan untuk warga setempat.

“Kami semua pastinya berharap dapat cepat selesai,” kata Ani.

Sementara itu, Dedi, manajer pelaksana program mengatakan, pekerjaan ini adalah program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang sebelumnya telah disurvei bertahun-tahun. Saat ini pekerjaannya baru bisa direalisasikan.

“Jenis pekerjaan yang dilaksanakan output-nya adalah pekerjaan air minum dan pembuatan sanitasi. Pekerjaan lingkupnya adalah pembuatan bilik WC (water closed), kamar mandi, pembuatan tangki septik tank dan rehabilitasi ringan WC dan kamar mandi warga,” terang Dedi.

Lebih lanjut Dedi menyampaikan, pengambilan air diambil dari sumber mata air puncak Gunung Betung dengan menggunakan Pipa Galvanis sepanjang 5,8 kilometer, yang kemudian disambung dengan Pipa ADP sepanjang 5,8 kilometer.

“Dan progam selanjutnya adanya penataan kostum ruangan, pembuatan jalan, pembuatan dinding penahan tanah dan longsor,” paparnya.

Dedi bilang, tingkat kesulitan dalam pekerjaan ini adalah melansir material seperti pasir, semen, batu, dan pipa, lantaran lokasinya yang berada di puncak gunung.

“Kami melakukan pekerjaan sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia atau SNI dan sesuai Standar Operasional Prosedur atau SOP,” pungkasnya.(Rls)

Komentar

Rekomendasi