oleh

Semangat Berkurban untuk Berbagi, DPC Peradi Bandar Lampung Potong 3 Ekor Sapi

VoxLampung, Bandar Lampung – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandar Lampung berkurban sebanyak tiga ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. Pemotongan hewan kurban dilaksanakan pada Selasa pagi, 18/6/2024.

Ketua DPC Peradi Bandar Lampung Sujarwo mengatakan, tiga ekor sapi tersebut akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, yang jumlahnya diperkirakan sebanyak 700 kantong daging kurban.

“Tahun ini kebetulan atas izin Allah Peradi Bandar Lampung bisa berkurban sebanyak tiga ekor sapi. Kami berkurban karena untuk menumbuhkan semangat berkurban pada diri sendiri, dan semangat berbagi kepada masyarakat,” kata Sujarwo kepada wartawan.

Sujarwo bilang, semangat berkurban itu selain merupakan sunnah untuk mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS, juga sebagai representasi dari profesinya yang seorang advokat yang juga mesti banyak melakukan pengorbanan. Pengorbanan dimaksud yakni berupa pikiran, tenaga, dan hal-hal yang sifatnya profesionalitas sebagai advokat.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa pendekatan hukum maupun tujuan hukum di negara yang kita cintai ini ternyata belum baik baik saja. Kami berharap mulai dari kita sendiri lah untuk memperbaiki semuanya, sehingga semangat berkurban itu berkorelasi langsung dengan semangat mengalahkan ego diri kita masing-masing. Karena yang benar belum tentu baik, dan yang baik belum tentu benar,” ungkap Sujarwo.

“Tapi kita mencoba untuk bagaimana niat kita yang baik untuk berkurban ini dilakukan dengan benar sesuai dengan sunnah yang diwariskan oleh pendahulu kita Nabi Ibrahim AS,” sambungnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya akan mencoba mengetuk hati rekan-rekan sesama advokat yang tergabung dalam DPC Peradi Bandar Lampung untuk lebih semangat berkurban. Ia berharap di tahun-tahun yang akan datang, jumlah hewan kurban akan semakin banyak.

“Sehingga konsep berbagi dengan masyarakat itu bukan hanya prodeo maupun probono tapi setidaknya dengan cara kita memotong sapi ini, untuk membangun kepercayaan masyarakat yang berkebutuhan hukum, sehingga seorang advokat dinilai cuma sekadar pembelaan di bidang hukum, cuap-cuap saja, tapi benar-benar dalam bentuk fisik. Mudah-mudahan semangat ini bisa ditularkan ke teman teman advokat yang lain,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Rekomendasi