VoxLampung, Bandar Lampung – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Bandar Lampung memiliki program unggulan dalam pembinaan warga binaan yakni Berantas Buta Huruf Hijaiyah. Program ini mengajarkan para warga binaan membaca huruf Hijaiyah menggunakan Iqra, salah satu metode belajar Alquran.
“Jadi kami asesmen kalau tahanan atau narapidana yang tidak bisa Iqro harus bisa Iqro, sehingga nantinya bisa meningkatkan kemampuan membaca Alquran,” kata Kepala Lapas Perempuan Bandar Lampung Putranti Rahayu kepada VoxLampung, di Griya Abhipraya Berkilau, Way Hui, Kamis, 29/2/2024.
Putranti bilang, program ini sudah berjalan dengan lancar. Setiap enam bulan, warga binaan akan dilihat progres pembelajarannya, lalu diberikan raport. Lantas, bagi yang sudah lulus Iqra maka akan mengikuti wisuda Tuntas Huruf Hijaiyah.
Adapun para pengajar program ini, di antaranya berasal dari internal LPP, ada juga dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat, UIN Raden Intan Lampung, maupun pengajar dari lembaga-lembaga dakwah di Lampung.
“Alhamdulillah ini program unggulan kami, karena benar-benar jika mereka belum lulus Iqra saya tidak mau tandatangan remisi dan sebagainya. Karena niat kami baik, baca Iqra dan Alquran itu adalah dasar untuk bacaan salat,” ungkap Kalapas yang sudah tiga tahun bertugas di Lampung itu.
“Dan Alhamdulillah setelah mengikuti program ini di Lapas banyak yang jadi semakin baik salatnya. Karena awalnya mungkin mereka terpaksa, tapi lama-lama jadi kebutuhan. Jadi ada faedahnya juga mereka berada di Lapas,” imbuh Putranti.
Selain program pembinaan keagamaan untuk mengubah perilaku warga binaan, ada juga program kemandirian yakni pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kerja seperti pembuatan kain tapis, kain rajut, kerajinan tangan, dan sebagainya.
“Mereka diberi target misalnya harus memproduksi berapa kain tapis. Jadi mereka harus ada capaian-capaian ketika mereka di dalam Lapas. Sehingga ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah punya bekal keterampilan atau keahlian untuk melanjutkan hidup,” jelasnya.
Menjelang Ramadan, sejumlah program tambahan juga telah disiapkan oleh Lapas Perempuan Bandar Lampung. Program tersebut di antaranya yakni pesantren kilat setiap sore, lengkap dengan kultum dan sebagainya, dan ada salat tarawih bersama. (Imelda)







Komentar