oleh

Gelar ASMAS MPR RI di Pubian, Dwita Ria Janji Perjuangkan Hak Politik Perempuan dan Kaum Marginal

VoxLampung, Lamteng – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ir Dwita Ria Gunadi menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI, di Kampung Segala Mider, Pubian, Lampung Tengah, Sabtu, 14/10/2023.

Sekitar 150 orang hadir untuk mendengarkan pemaparan Dwita Ria bersama Tim Ahli dan juga untuk menyerap aspirasi masyarakat. Adapun tema kegiatan yakni “Ekonomi Kerakyatan yang berkeadilan”.

Kegiatan dihadiri Ketua Rumah Aspirasi Lampung Tengah, Nuriyah, Anggota DPRD Lampung Tengah, Hendri Afrizal, serta Istri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Winda Nirmala Fadhil Ibrahim.

Dalam kesempatan itu, Dwita Ria mengatakan bahwa MPR memiliki wewenang, antara lain mengubah dan menetapkan Undang Undang Dasar, serta pelaksanaannya; juga berwenang menyerap aspirasi masyarakat, daerah, dan lembaga negara berkaitan dengan pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dwita Ria Gunadi berdialog bersama masyarakat saat kegiatan serap aspirasi MPR RI di Pubian, Lampung Tengah. | ist

Terkait tema yang diangkat, Dwita Ria bilang bahwa seluruh anggota MPR RI berkomitmen memperkuat ekonomi rakyat dalam upaya mewujudkan Indonesia berkeadilan.

“Saya sebagai wakil perempuan di MPR RI, terus berupaya agar hak politik perempuan dan kaum marginal, dapat dijamin seutuhnya oleh negara sebagaimana amanah UUD 1945,” kata legislator Gerindra tersebut.

Dwita Ria menekankan bahwa keamanan, ketertiban sosial, dan stabilitas politik adalah kunci. Rasa aman dan keadilan harus dijamin oleh negara.

“Maka untuk 2024 mari kita jaga suara kita agar Indonesia dapat memperoleh Pemimpin yang memahami dan memiliki komitmen dalam menjaga keamanan, ketertiban sosial, dan stabilitas politik,” ujar Dwita Ria.

Sontak, statemen yang disampaikan Dwita Ria tersebut disambut pekikan keras dari masyarakat yang hadir. Mereka lantas berteriak “Prabowo Presiden 2024”. (Rls)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Rekomendasi