VoxLampung, Tanggamus – Dalam momentum perayaan Hari Keluarga Nasional dan menyambut Hari Anak Nasional, Danone Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Way Seputih/YKWS menggelar Edukasi dan Diskusi Cegah Stunting dari Rumah dan Sekolah (CERDAS) dengan tajuk Anak Sehat Terlindungi, Indonesia Maju, Selasa, 18/7/2023.
Berdasarkan rilis yang diterima VoxLampung, acara ini dihadiri oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Wakil Bupati Tanggamus sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tanggamus, AM Syafi’i beserta forkopimda Kabupaten Tanggamus, PKK Kabupaten Tanggamus, dan Masyarakat.
Memilih salah satu Taman Kanak-Kanak sebagai lokasi acara menjadi representasi bahwa Danone Indonesia serius dalam melakukan pencegahan stunting melalui 8000 hari pertama. Melalui program CERDAS, TK diharapkan dapat menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang berperan dalam peningkatan mutu pola asuh dan edukasi gizi.
Wakil Bupati Tanggamus, AM Syafi’i menyampaikan dalam sambutannya, stunting dari sisi kesehatan merupakan penghambat anak mencapai titik maksimalnya, sehingga dikemudian hari dapat menyebabkan dampak yang serius. Konvergensi penanganan dan pencegahan stunting harus melibatkan banyak stakeholder.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada Danone Indonesia, sehingga kedepannya kepedulian terhadap stunting bisa terus dilakukan di Kabupaten Tanggamus,” Kata Syafi’i.
Saat ini angka prevalensi stunting di Kabupaten Tanggamus menurun dari tahun 2021 di angka 25% ke angka 20,4% di tahun 2022. Secara angka, Kabupaten Tanggamus telah mengalami penurunan prevalensi, namun ini masih terbilang jauh bila melihat target WHO yang saat ini di angka 10,88%.
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Drs Sugeng Trihandoko MSi koordinator program manager satgas stunting provinsi Lampung, dari perwakilan BKKBN Lampung, bahwa saat ini WHO telah menurunkan standar prevalensi stunting di angka 10%.
“Menurut perpres 72 tahun 2021, dalam percepatan penurunan stunting terdapat tiga pendekatan, yaitu pendekatan keluarga beresiko, pendekatan gizi terpadu dan pendekatan multi sektor multi pihak. Pemerintah juga harus memiliki target-target yang terukur baik itu provinsi maupun Kabupaten,” kata Sugeng.
Dalam mengejar target tersebut, upaya pencegahan stunting yang dilakukan di Kabupaten Tanggamus juga telah melibatkan multi sektor dan multi pihak, salah satunya dengan berkolaborasi aktif dengan Danone Indonesia, Tirta Investama Tanggamus, dan YKWS.
Sejak tahun 2017, upaya tersebut telah dilakukan melalui peningkatan akses air bersih, sanitasi dan kebersihan yang terintegrasi dengan peningkatan akses gizi. Pada tahun 2021, perluasan program dilakukan dengan diluncurkannya program Cegah Stunting dari Rumah dan Sekolah atau CERDAS.
Danone Indonesia juga telah bekerjasama dengan BKKBN Pusat sebagai koordinator untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia.
Pendekatan masalah stunting tidak hanya di tingkat atas saja, tetapi melalui pendekatan keluarga.
“Danone Indonesia mudah-mudahan dapat terus berkontribusi dalam penurunan angka stunting di provinsi Lampung khususnya di Kabupaten Tanggamus,” terang Rizki Pohan.
Dalam menjalankan programnya, Danone Indonesia sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan UNICEF. Sejak tahun 2016, Danone Indonesia melakukan pendekatan yang disebut dengan ” Gerakan Bersama Cegah Stunting”, yang menyasar mata rantai kehidupan. Dalam pendekatan ini, terdapat tiga pilar yaitu peningkatan pola makan, pola asuh dan sanitasi.
Dalam menjalankan programnya, Danone Indonesia menggandeng mitra strategis sebagai pelaksana program yaitu YKWS. Mitra Danone Indonesia mencoba untuk merubah persepsi dan pengetahuan gizi yang dimiliki orang tua siswa PAUD.
YKWS juga melakukan kegiatan edukasi gizi ISI PIRINGKU, pengetahuan terkait pola asuh, hingga pelatihan pembuatan PMT juga telah dilakukan. Hingga saat ini, YKWS telah menyasar 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus melalui program Wash Gizi Terintegrasi. (Rls)







Komentar