VoxLampung.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gema Kosgoro Dian Assafri Nasa’i mendukung penuh Menko Polhukam Mahfud MD dalam mengusut tuntas kasus dugaan pencucian uang senilai Rp349 Triliun di tubuh kementerian keuangan.
Selain Dian, dukungan juga datang dari berbagai kalangan. Mulai dari ratusan professor, aktivis, sampai para akademisi yang peduli terhadap negeri ini. Dukungan itu sebagai bukti penguatan kepada Mahfud MD dalam memberantas korupsi kolusi nepotisme (KKN). Sebab, kasus Rp349 T tersebut merupakan pembuka praktik korupsi yang ada di negeri ini.
Dian Assafri mengatakan, keberanian yang saat ini dimiliki Mahfud MD patut diapresiasi dan didukung secara penuh. Mengingat, kasus yang ditangani Mahfud MD saat ini bukan kelas teri tetapi sebagai gerbong untuk memberantas praktik KKN di NKRI.
“Negara ini membutuhkan sosok figur yang berani dan jujur seperti Mahfud MD ini untuk bisa keluar dari permasalahan korupsi yang sudah menggurita di republik ini,” ujar Dian Assafri kepada wartawan secara tertulis, 2/4/2023.
Menurutnya, tidak semua pejabat bidang penanganan hukum yang secara gamblang menyatakan sikap keberaniannya dalam membongkar kasus pencucian uang di tubuh Kemenkeu. Dari keberanian ini Dian Assafri menilai, dukungan deras dari semua elemen sangat dibutuhkan, mengingat kasus besar ini sangat rentan dengan kriminalisasi.
“Dukungan moral sangat diperlukan dari semua pihak, agar bapak Mahfud MD tetap konsisten mengawal kaso kus besar ini sampai tuntas,” ungkap Dian yang merupakan Dosen di Unversitas Pancasila itu.
Dian menegaskan, kasus Rp349 T ini merupakan pintu masuk untuk membuka praktik-praktik kotor yang ada di tubuh kementerian selama ini.
“Bukannya tidak menutup kemungkinan kejadian serupa atau bahkan yang lebih besar lagi bisa juga terjadi di kementerian-kementerian lain yang selama ini belum pernah tersentuh,” tegasnya.
Dia juga menyinggung kasus tambang yang diduga menyeret nama pejabat di tubuh kementerian dan oknum pejabat lainya. Menurut Dian, momen ini sangat tepat diberantas secara terang benderang agar negara Indonesia bersih dari praktik yang merugikan keuangan negara.
“Belum lagi ada persoalan tambang yang baru saja kita dengar bersama di sejumlah media yang diduga menyeret nama Wakil Menkumham RI, hingga terjadinya kriminalisasi yang dialami oleh Helmut Hermawan dkk, itu juga pintu masuk untuk membongkar persoalan potensi kerugian negara dan kami menganggap perlu di bongkar juga oleh seorang Mahfud MD, karena ini menyangkut hajat orang banyak,” kata Dian.
“Karena bisa saja masih banyak yang mengalami nasib serupa dengan yang dialami oleh Helmut Hermawan dkk di republik ini, yang selama ini hak-haknya dirampas oleh oknum-oknum yang menggunakan kekuasaan menjarah sumber daya alam bangsa kita,” pungkasnya.(*)







Komentar