VoxLampung.com, Kalianda – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melakukan rapat untuk menentukan Desa Lokus Stunting 2023. Rapat bertempat di Aula Krakatau, Setdakab Lampung Selatan, Selasa, 19/04/2022.
Hadir pada kesempatan tersebut, Duta Swasembada Gizi Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eka Riantinawati, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aryan Saruhiyan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Erdiyansyah serta Kepala Perangkat Daerah.
Pada kesempatan tersebut, Membantu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eka Riantinawati menyampaikan, rapat tersebut bertujuan untuk mengetahui tentang pentingnya data dalam melakukan analisis situasi yang akan dilakukan di dasar pelaksanaan dan penanganan stunting di Kabupaten Lampung Selatan.
“Selain itu penting juga menyamakan persepsi, pentingnya data akurat untuk menentukan desa lokus stunting berikut determinannya, karena pada tahun 2022 ini lokus stunting kita bertambah yang ditandai dengan bertambahnya jumlah lokus desa namun jumlah anaknya tidak bertambah,” ujar Eka melansir laman Pemkab Lamsel.
Pada kesempatan yang sama, Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto mengatakan, inilah program dari pusat yang diamanahkan untuk sama-sama dilakukan dan bergerak sesuai dengan Arahan yang diberikan untuk bersama memaksimalkan seluruh program penuntasan stunting.
“Untuk ditahun 2022 ini, yang dulunya dalam melakukan aksi hanya memiliki 20 indikator dengan 1000 Hari pertama kehidupan (HPK), sekarang menjadi 64 indikator dengan 8000 HPK,” ucapnya.
Winarni juga menuturkan, OPD wajib memiliki data yang disesuaikan dengan kebutuhan dan penanganan stunting karena ini dapat membantu Bappeda dalam pengisian indikator data yang berpengaruh terhadap kualitas perencanaan, percepatan, penanganan stunting yang lebih efektif dan efisien serta berdampak positif.
Ketua TP PKK Lampung Selatan ini juga berharap dalam rapat teknis ini, kita harus menyamakan prasepsi, seperti apa yang diinginkan dan yang akan dilakukan untuk mencapai target Zero stunting, pada tahun 2024.
“Kebersamaan dan gotong royong dari semua pihak dalam konferensi penurunan stunting, bagaimanapun hasilnya itu semua tergantung dari kita. Bagaimana kita memahami, bagaimana kita melakukan, bagaimana kebersamaan kita di program unggulan kita yaitu gerakan Swasembada Gizi,” harapnya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aryan Saruhiyan memaparkan peran kabupaten/kota dalam penuntasan stunting dengan menetapkan percepatan penurunan stunting serta merumuskan kebijakan daerah yang mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Hal tersebut harus di dukung dengan peningkatan peran camat dalam latihankan perencanaan, pelaksanaan, dan percepatan penurunan stunting di wilayah, ”
Aryan menambahkan pentingnya mensosialisasikannya terkait upaya percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, khususnya pada kecamatan dan desa/kelurahan.
“Melaksanakan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting dan alokasi dana bantuan khusus bagi desa/kelurahan serta meningkatkan alokasi penggunaan dana desa untuk penurunan stunting secara efektif,” tambahnya.
Mengakhiri paparan, Aryan mengatakan perlunya melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan terkait penurunan stunting dengan melibatkan para multi sektor termasuk non pemerintah dalam membantu percepatan penurunan stunting di kabupaten Lampung Selatan. (Rls)







Komentar