VoxLampung.com, Bandar Lampung – Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Putranti Rahayu, melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan 16 stakeholder, sekaligus pembukaan kegiatan Rehabilitasi Sosial dan Perencanaan Pelatihan Kemandirian Bagi WBP.
Acara berlangsung di Ruang Kunjungan Lapas Perempuan Bandar Lampung, pada Rabu, 26/1/2022. Sebelum penandatanganan perjanjian kerja sama, Kalapas mengajak para mitra kerja tersebut untuk meninjau Sarana Asimilasi Edukasi dan Rumah Pelatihan El’Pualam yang letaknya di luar Lapas.
Kalapas memperkenalkan bahwa sarana tersebut merupakan wahana tempat para warga binaan yang masuk kategori minimum security berlatih untuk berproduksi dan berwirausaha.
Adapun 16 instansi stakeholder yang bekerjasama dengan El-Pualam nantinya akan mendukung penyelenggaraan program pembinaan kepribadian, bimbingan kerohanian, pendidikan formal, kesehatan dan rehabilitasi sosial serta pelatihan keterampilan bagi WBP.
Lapas Perempuan Bandar Lampung dalam hal ini menggandeng BNN Provinsi Lampung, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Lampung, UNI dan Unmuh Lampung, Prison Fellowship Indonesia, dan beberapa instansi dan komunitas di Lampung. Kalapas menyatakan berbangga hati dan mantap menyelenggarakan pembinaan bagi WBP di tahun 2022.
Pada kesempatan itu pula, Putranti Rahayu sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas keterlibatan 16 stakeholder yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan El-Pualam.
“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh stakeholder yang telah bersedia berpartisipasi untuk mendukung program pembinaan di Lapas Perempuan Bandar Lampung,” Kata Putranti, berdasarkan rilis yang diterima VoxLampung dari Humas El-Pualam.
Tujuannya, kata Putranti, tak lain adalah agar para warga binaan kembali pulih. Selama menjalani masa pidana, mereka dibekali dengan berbagai keterampilan dan soft skill, sehingga mereka siap kembali lagi ke masyarakat
“Serta memiliki kemampuan untuk bersaing di dunia kerja atau bahkan mampu membuka usaha sendiri di luar nantinya,” ungkapnya.
“Semoga kedepannya kerjasama ini dapat lebih ditingkatkan lagi sehingga Warga Binaan yang merasakan manfaat dari kerjasama ini menjadi semakin banyak,” imbuh Putranti. (*)







Komentar