VoxLampung.com, Bandar Lampung –
Pabrik AQUA yang berlokasi di kaki gunung Tanggamus di Pekon Teba, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, senantiasa beroperasi dengan konsep ramah lingkungan.
Kepala Pabrik AQUA Tanggamus Asep Mawan Ruswandi mengatakan, seluruh proses produksi, termasuk pemanfaatan sumber daya alam dilaksanakan secara bijak, sesuai peraturan yang berlaku, serta memperhatikan faktor dampak lingkungan.
Pabrik yang berdiri sejak tahun 2016 itu, melakukan semua proses secara higienis. Mulai dari pemanfaatan air dari sumber air alamiah yang terlindungi, proses produksi yang higienis hingga menjadi air minum dalam kemasan berkualitas yang siap dikonsumsi.
“Saat ini Pabrik AQUA Tanggamus menerapkan program Blue Operations, yaitu penerapan produksi yang ramah lingkungan dari hulu sampai ke hilir pada setiap aspek produksi. Dengan demikian proses produksi yang kami jalankan dilakukan secara efektif dan efisien dengan senantiasa memperhatikan faktor sosial lingkungan secara terintegrasi,” kata Asep, saat konferensi pers di Kafe Diggers, Pahoman, Jumat, 12/11/2021.
Dalam Blue Operations, terdapat tiga pilar utama pengelolaan produksi yang ramah lingkungan, yaitu efisiensi di bidang energi, air, dan kemasan.
“Untuk energi, kami menjalankan program-program hemat energi dalam kegiatan operasional sehari-hari di pabrik,” jelasnya.
Sedangkan terkait efisiensi air, pihaknya berupaya untuk memanfaatkan air secara bijak, yakni setiap tetes air sangat berharga. “Selain itu, kami berupaya menjaga sumber-sumber air di sekitar kami, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait,” terang Asep.
Sementara untuk kemasan, Pabrik AQUA telah menggunakan kemasan plastik hasil daur ulang, yang dengan sendirinya mendorong terbentuknya ekonomi sirkular.
Sementara itu External Relations Senior Manager AQUA Wilayah Sumatera Wirnos mengatakan, proses produksi yang ramah lingkungan itu didasari pada visi One Planet One Health yang dijalankan Pabrik AQUA Tanggamus sebagai bagian dari Danone-AQUA.
“Visi tersebut menegaskan bahwa kesehatan bumi dan kesehatan masyarakat memiliki hubungan yang sangat erat. Oleh karena itu, dalam menjalakan kegiatan operasional Pabrik AQUA Tanggamus selain sibuk menghasilkan air minum dalam kemasan yang berkualitas, juga giat melakukan berbagai kegiatan sosial lingkungan,” kata Wirnos.
Stakeholder Relations Pabrik AQUA Tanggamus Abdul Manaf menambahkan, upaya pelestarian lingkungan di Tanggamus telah dimulai sejak pabrik dibangun. Berbagai kegiatan sosial dan lingkungan dijalankan secara berkelanjutan sejak tahun 2014 dan dilanjutkan hingga saat ini.

“Kegiatan-kegiatan sosial lingkungan yang menjadi prioritas kami adalah cegah stunting, pembangunan sarana akses bersih, pertanian berkelanjutan, pengembangan ekonomi masyarakat, konservasi dan keanekaragaman hayati,” papar Manaf.
AQUA melibatkan ibu-ibu kelompok wanita tani untuk menanam sayur di pekarangan rumah. Kegiatan ini ada kaitannya dengan pencegahan stunting dan pengelolaan kebersihan lingkungan. Dimana, masyarakat dapat menukarkan sampah yang bernilai ekonomi dengan sayur mayur hasil tanaman ibu-ibu Kelompok Wanita Tani.
Pembangunan sarana air bersih dan fasilitas sanitasi juga dilakukan untuk masyarakat dan sekolah di sekitar pabrik. Program ini dipadukan dengan program pengembangan pola hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari komitmen Aqua terhadap kesehatan masyarakat. Hal itu lantaran akses sanitasi layak di Tanggamus masih sangat rendah.

“Sejak 2016, kami sudah berhasil ODF kan satu pekon di Tanggamus. Memang butuh proses dan waktu yang lama untuk ODF, mengingat, hal pertama yang harus dilakukan pendampingan masyarakat untuk menuntaskan perilaku buang air besar sembarangan. Baru setelah itu ada support bantuan WC dan pembangunan septitank bersama Pemda setempat,” papar Manaf.
Dalam proses untuk mencapai ODF itu, AQUA memang tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus bekerja sama dengan Pemda, Kodim, Polres, Puskesmas, dan NGO, untuk mengubah perilaku masyarakat.
“Kalau sekadar memberi bantuan WC atau sarana, dalam sebulan bisa selesai. Tapi ini kan harus sustuinable (berkelanjutan), tidak bisa tanpa ada pendampingan perilaku,” Ungkap Manaf.
Sedangkan, terkait konservasi dan keanekaragaman hayati dilaksanakan pada daerah resapan air, sekitar pabrik, dan di dalam pabrik. Salah satunya melalui program Taman Kehati yang berjalan sejak 2016.
Tujuan adanya Taman Kehati sebagai pusat edukasi masyarakat, tempat pengkoleksian tanaman endemik dengan total ada enam jenis. Kemudian, sebagai pusat konservasi tanaman di luar tanaman hutan lindung, dan program konservasi yang jaraknya 10 meter dari area pabrik.

“Total ada 10.200 tanaman yang sudah ditanam dan selalu dikontrol menggunakan aplikasi Jejak.in. Tak hanya itu, kami juga membuat 500 biopoli yang dibuat di sekitar Daerah Aliran Sungai, dan membuat 100 Rorak,” Imbuhnya.
Program lainnya yakni Pemberdayaan Masyarakat. Program ini meliputi pengembangan kelompok-kelompok usaha makanan ringan dan kerajinan. Terdapat tiga jenis UMKM yang dikembangkan, yaitu pengelolaan Kopi Bubuk Teba, Keripik Pisang Teba, dan Kerajinan Kain Tapis.

Pemilihan ketiga jenis produk tersebut berdasarkan hasil survei terhadap potensi lokal atau kekayaan alam Tanggamus yang merupakan daerah penghasil kopi robusta dan pisang di Lampung. Jumlah pemetik manfaat yang terlibat 30 orang pengrajin dan 20 orang petani pisang dan kopi di Pekon Teba.

Dengan produksi yang ramah lingkungan dan berbagai kegiatan sosial lingkungan yang dijalankan secara berkesinambungan, membuat Pabrik AQUA Tanggamus menerima Penghargaan Lampung CSR Awards tahun 2017-2018, Proper Biru dari KLHK.
Selain itu, penghargaan Indonesia Sustainable Development Award (ISDA) dari Corporate Forum for CSR Development pada 2019 dengan kategori Gold dan Platinum atas kontribusi dalam pencapaian SDGs, serta Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia pada 2018-2019.(*)







Komentar