oleh

Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai di Padang Ratu Lamteng Diduga Dimonopoli Pihak E-Warong

VoxLampung.com, Lampung Tengah – Pencairan bantuan pangan non tunai (BPNT) bagi warga kurang mampu di Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, diduga dimonopoli pihak e-warong melalui sejumlah oknum kepala kampung (Kakam).

Ketua Rumah Pangan Kita (RPK) Kecamatan Padang Ratu Heri Syah Putra mengatakan, pihaknya sebagai salah satu penyalur pangan BPNT melihat adanya campur tangan oknum Kakam, sehingga warga penerima bantuan tak bisa mencairkan bantuan kepada pihaknya.

Bahkan menurutnya, tidak hanya sebatas melarang warga mencairkan bantuannya di RPK, warga penerima juga mengaku diintimidasi dan diancam oleh pihak oknum Kakam dan e-warong.

“Di lapangan warga dilarang mengambil pencairan BPNT di RPK, bahkan warga mendapat ancaman akan dicoret dari daftar penerima apabila mencairkan bantuan di RPK,” jelasnya.

RPK dalam proses pencairan bantuan oleh warga penerima, kata Heri, terbuka dan transparan dalam memproses pencairan, dan tak melakukan pemotongan jumlah bantuan yang didapat.

BACA JUGA: Bertemu Penggerak UMKM di Lamteng, Abdul Hakim Sarankan Urus Legalitas Badan Usaha

“RPK sudah menyalurkan BPNT untuk Juli, Agustus, September. Bantuan senilai Rp 200 ribu dalam bentuk sembako kami berikan beras 15 kilogram, telur 1 kilogram, buah 1 kilogram, sayur, dan setengah kilogram kacang ijo,” jelasnya.

Ia berharap, jangan ada intimidasi dan tekanan kepada warga penerima BPNT, dan biarkan warga memilih di mana mereka mencairkan dana bantuan sosialnya.

Terpisah, salah satu warga penerima bantuan di salah satu kampung di Kecamatan Padang Ratu mengatakan, salah satu oknum dari e-warung memotong 2 kilogram beras dari bantuan yang seharusnya diterima.

“Pencairannya (di salah satu e-warung) kami menerima beras 12 kilogram, sayur, buah, telur dan kacang ijo. Tapi oleh pihak e-warung dipotong 2 kilogram setiap pencairan,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Menurut narasumber tersebut, alasan pemotongan 2 kilogram beras adalah akan diberikan lagi kepada warga lainnya yang membutuhkan bantuan.

Pemotongan beras bantuan sebanyak 2 kilogram itu menurut narasumber, sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu. (Sansurya)

Komentar