VoxLampung.com, Bandar Lampung – Ratusan santri Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Riyadhus Sholihin menggelar Salat Gaib untuk para prajurit yang gugur bersama KRI Nanggala 402 di Perairan Bali, dan untuk Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI Gusti Putu Danny Nugraha yang gugur ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Salat Gaib dilakukan sebelum waktu pelaksanaan Salat Tarawih pada Rabu malam, 28/4/2021, diikuti oleh ratusan santri dan tenaga pendidik di Ponpes yang beralamat di Komplek Villa Mas, Jalan Dr Harun 2, Gang Agus Salim 1, Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
“Salat Gaib ini untuk prajurit kita yang gugur menjalankan tugas negara, 53 orang TNI Angkatan Laut di KRI Nanggala, ditambah lagi seorang prajurit TNI di Papua yang gugur dalam tugasnya,” Kata Pengasuh Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain, Rabu malam.
BACA JUGA: Keren! Santri Yatim Ponpes Riyadhus Sholihin Sabet 2 Penghargaan Internasional
Abah Ismail, sapaan akrab KH Ismail Zulkarnain mengatakan, pihaknya turut prihatin atas peristiwa yang telah merenggut kader-kader bangsa terbaik. Mereka adalah para prajurit yang rela meninggalkan anak, istri, dan keluarganya, demi negara.
“Kata Rosulullah, orang yang meninggal dalam kondisi tenggelam, maka mereka adalah Syuhada, Orang-orang yang mati syahid. Kami berdoa kepada Allah, semoga arwah para pejuang kita diterima di sisi Nya, amal ibadahnya diterima, dan diampuni segala dosanya, ” Kata Abah Ismail.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemprov Lampung Imbau Salat Idul Fitri di Rumah
Abah Ismail mengaku paham sekali perasaan kehilangan dari keluarga yang ditinggalkan. Pasalnya, santri Ponpes sendiri ada dua orang yang saat ini bertugas di TNI Angkatan Laut. Satu orang bertugas di Surabaya, dan satu di Papua.
Untuk itu, Abah Ismail mendoakan agar para prajurit yang saat ini sedang berjuang senantiasa dilindungi Allah SWT.
Abah Ismail juga berharap, keluarga yang ditinggalkan oleh para prajurit KRI Nanggala 402 diberi ketabahan. Termasuk anak-anak mereka, yang kini menjadi anak yatim.
“Pengorbanan kalian para prajurit, tidak sia-sia. Kalian akan menjadi kenangan bagi bangsa. Tetap kokoh berjuang membela NKRI. Semoga keluarga diberi ketabahan,” Tutup Abah Ismail. (*)







Komentar