oleh

Cabai Rawit Caplak Rp140 Ribu/Kg, Pedagang Ayam Geprek dan IRT Menjerit

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Harga cabai rawit caplak kian meroket di Kota Bandar Lampung. Per hari ini, Senin, 15/3/2021, harga cabai yang juga kerap disebut cabai setan itu mencapai Rp140 ribu per kilogram nya.

Terpantau, di Pasar Tugu Bandar Lampung, rerata pedagang menjual cabai caplak di harga Rp130-140 ribu per kilogram. Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga nya bertahap, dengan rata-rata kenaikan Rp1.000 per hari.

“Bertahap naiknya. Minggu lalu masih di harga Rp90-100 ribu. Hari ini sudah sampe Rp140 ribu,” Kata Yanti (37), pedagang cabai di Pasar Tugu, Senin siang.

Serupa di Pasar Tugu, pedagang di Pasar Panjang, Pasar Pasir Gintung, Pasar Untung, dan Pasar Cimeng, juga menjual cabai caplak di harga kisaran Rp140 ribu per kilogram nya.

BACA JUGA: Gaya Santuy Pencuri di Rumah Usaha Makanan, Terekam CCTV

Hal ini tentu dikeluhkan ibu rumah tangga, dan juga para pedagang makanan. Ayu Widari (23) misalnya. Dia yang sehari-hari berjualan ayam geprek merasa sangat terpukul dengan harga cabai caplak yang semakin mahal.

“Ayam geprek kan memang pakai cabai caplak. Kalau harganya mahal begini, ya kami jadi pada tiarap. Saya minggu lalu masih punya stok, tapi minggu ini sudah habis banget. Gak sanggup mau beli lagi, gak masuk hitungannya dengan harga ayam geprek,” Keluh Ayu.

BACA JUGA: Belum Diresmikan, Flyover Sultan Agung Sudah Dicorat-coret

Hal senada dikatakan Haryati (31), ibu rumah tangga, warga Sukabumi, Bandar Lampung. Sudah lebih dari sepekan dia tak membeli cabai caplak. Dia lebih memilih mengganti dengan cabai rawit hijau.

“Memang kalau gak pakai cabai caplak itu kurang mantap untuk beberapa jenis sayur atau lauk. Tapi ya mau gimana lagi, mahal banget sih harganya. Biasanya saya beli Rp5 ribu saja sudah dapat banyak, lah ini beli Rp10 ribu cuma dapat beberapa biji,” Kata Haryati. (*)

Komentar