oleh

Besok, UKMBS Unila Luncurkan Buku Estetika Kaum Tertindas

VoxLampung.com, Bandar Lampung – Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung akan menggelar peluncuran buku berjudul “Estetika Kaum Tertindas”. Acara bakal dihelat pada Sabtu, 13/3/2021 pukul 19.00 WIB, di Graha Kemahasiswaan Lantai I Universitas Lampung.

Acara itu akan ditayangkan secara langsung melalui laman Instagram @ukmbsunila, dan kanal YouTube UKMBS Universitas Lampung.

Buku Estetika Kaum Tertindas merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh mahasiswa/mahasiswi aktif yang berkegiatan di UKMBS Unila.

Mereka adalah Ar Rizki Ryan Fadela, Erma Dwi Puspitasari, Febrian Malik Arrozaq, Mike Fena Firdania, Novian Pratama, Robby Aslam Amrouzi, dan Selviana.

Buku Estetika Kaum Tertindas merupakan salah satu upaya para penulis untuk menemukan sisi lain dari seni, yang hanya bersajak tentang anggur dan rembulan, sementara keadaan sosial kita sedang tidak baik-baik saja.

Buku ini berusaha menyelami lebih dalam permasalahan ini melalui berbagai bidang di kesenian, seperti teater, musik, tari, sastra, dan sebagainya.

BACA JUGA: Marak Pungutan Berkedok Sumbangan di Sekolah, Ombudsman Lampung Buka Posko Pengaduan

Melalui tulisan ini, penulis berusaha untuk menunjukkan bahwa seni juga turut berperan dalam melawan ketidakadilan, penindasan dan keberpihakannya terhadap masyarakat tertindas.

Ketua Umum UKMBS Unila Robby Aslam Amrouzi menuturkan, proses penulisan buku estetika kaum tertindas ini berangkat dari niat utama, yakni sebagai proses pembelajaran dan pemahaman para anggota di UKMBS Unila, tentang bagaimana kapasitas seni yang mampu mempertanyakan kembali kategori-kategori dan kode normatif yang dipakai untuk memahami dunia itu, justru malah jatuh menjadi komoditas layaknya produk-produk industri.

“Tidak ada niat untuk menggurui atau merasa lebih tau tentang apa itu seni. Proses pembelajaran ini semata-mata hanya sebagai alat transformasi diri para anggota UKMBS Unila.
Jikalau ada hal-hal baru yang didapat oleh para pembaca nantinya, itu hanyalah buah, dan syukur Alhamdulillah,” Kata Robby.

Sementara itu, Erma, Pimpinan Produksi menjelaskan, proses menulis buku Estetika Kaum Tertindas ini di mulai sejak bulan Februari 2020.

“Pada awal proses kelas menulis, kami masih menggunakan sistem daring, namun karena dirasa kurang efektif, maka beberapa bulan kemudian kami memutuskan untuk menggelar kelas secara offline. Program kelas menulis yang kami laksanakan ini dibimbing langsung oleh guru kami, bang Ari Pahala Hutabarat dan para senior di Komunitas Berkat Yakin,” Papar Erma.

Pada acara launching nanti, akan dilakukan sebuah dialog untuk membahas isi dari buku “Estetika Kaum Tertindas” yang akan dibahas langsung oleh Ari Pahala Hutabarat (Seniman, dan Direktur Komunitas Berkat Yakin) dan Iswadi Pratama (Pendiri Teater Satu Lampung).

“Acara yang dilakukan secara virtual ini semoga tidak mereduksi pemahaman dan semangat berkarya para anggota UKMBS Unila, serta para kelompok seni lainnya,” Imbuh Erma.(*)

Komentar