VoxLampung, Pringsewu – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemprov dan pihak perbankan menggelar Business Matcking dan Ngobrol Bareng Anggota Kartu Petani Berjaya di Kabupaten Pringsewu, Selasa, 8/12/2020.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Bambang Hermanto, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Lampung Kusnardi, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung Elvira Umihani, Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Pringsewu Masykur.
Selain itu, hadir juga Wakil Pimpinan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Palembang Juma Indra, dan Pimpinan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Bandar Jaya Andri, serta para petani pemilik Kartu Petani Berjaya di Pringsewu.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto menyampaikan, program ini diharapkan dapat mendukung program hulu-hilir pertanian sebagai langkah dalam meningkatkan kesejahteraan petani untuk dapat merealisasikan kembali kejayaan petani.
“Melalui program ini, setiap petani dapat lebih mudah dalam mendapatkan bantuan benih, pupuk dan permodalan,” Kata Bambang melalui rilis yang diterima VoxLampung.com hari ini.
Industri perbankan dan asuransi siap membantu dan memastikan penyaluran KUR Tani dan kemudahan proses pembayaran premi/pengajuan klaim sehingga petani mendapat distribusi dengan tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga.
Bambang berharap, program Kartu Petani Berjaya ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
“Apabila terdapat kendala, permasalahan atau masukan untuk program ini menjadi lebih baik dan lebih mudah, dapat disampaikan ke penyuluh untuk kemudian disampaikan kepada tim TPAKD Provinsi Lampung,” Ujarnya.
OJK Provinsi Lampung juga senantiasa mendorong industri perbankan dan asuransi untuk terus memberikan kemudahan kepada petani dalam bertransaksi melalui penyediaan aplikasi dan sistem berbasis digital, sehingga dapat memberikan layanan yang optimal.
Di akhir sambutannya, Bambang berharap program Kartu Petani Berjaya ini dapat bermanfaat bagi petani dan dapat mengembalikan kejayaan petani serta meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Lampung.
Adapun salah satu kegiatan pada hari ini adalah pemberian penyaluran KUR secara simbolis kepada 10 perwakilan Kelompok Tani Desa Tulung Agung Kecamatan Gading Rejo-Pringsewu, dengan total penyaluran Rp84 juta, oleh BNI.
Hingga hari ini, BNI telah memfasilitasi petani yang terdaftar dalam program KPB dan telah menyalurkan KUR sebanyak Rp2,9 M kepada 151 petani.
Selain BNI, PT Asuransi Jasindo Cabang Lampung juga berperan aktif dalam menyediakan program asuransi mikro, yaitu AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) bagi para petani yang telah terdaftar dalam program KPB.
Penyerahan secara simbolis penyelesaian klaim asuransi usaha tani padi dari PT Jasindo Lampung, yaitu :
1. Poktan tunggul sari I sebesar Rp 10.380.000 per 1.73 ha
2. Poktan rukun sakti sebesar Rp 49.500.000 per 8.25 ha
3. Poktan tunggul sari II sebesar Rp 42.600.000 per 7.1 ha
4. Poktan rukun sentosa sebesar Rp 31.500.000 per 5.25 ha
Penyelesaian klaim asuransi usaha ternak sapi/kerbau tahun 2020 dari PT Jasindo Lampung diwakili oleh 6 kelompok yaitu:
1. Kelompok ternak Karya Tani sebesar Rp7 juta
2. Kelompok ternak Sedio Makmur sebesar Rp6,5 juta
3. Tani manunggal sebesar Rp7.5 juta
4. Bumdes Maktab Makmur Rp7.5 juta
5. Suka Maju 2 sebesar Rp6.1 juta
6. Siap Makmur Rp5 juta
Untuk diketahui, Gubernur Lampung telah meluncurkan salah satu Program Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu Kartu Petani Berjaya (KPB) pada tanggal 6 Oktober 2020 di Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah.
Program Kartu Petani Berjaya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui upaya penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Seluruh pihak yang berkepentingan dengan pertanian dihubungkan melalui media aplikasi/sistem untuk mendukung aktivitas pertanian digital, seperti transaksi pembelian, penjualan, atau pengajuan pembiayaan ke lembaga keuangan secara digital.
Saat ini Pemerintah Provinsi Lampung telah bekerjasama dengan beberapa industri perbankan di Lampung dalam pendataan/registrasi petani dalam sistem KPB dan proses perbankan untuk kegiatan pembelian/pengadaan pupuk dan saprotan, penjualan hasil tani dan penyediaan pembiayaan untuk permodalan usaha.(*)




Komentar