oleh

Angka Kekerasan Seksual Tinggi, The Body Shop® Indonesia Kampanyekan No! Go! Tell!

VoxLampung.com, Bandar Lampung
Kasus kekerasan seksual di Indonesia masih tinggi dan beberapa kasus belum terselesaikan dengan baik. Untuk itu, urgensi pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dinilai masih sangat penting.

Berdasarkan data Catatan Akhir Tahun (catahu) 2021 dari Komnas Perempuan, sepanjang tahun 2020 kasus kekerasan seksual terjadi sebanyak 1.938 kasus atau sekitar 30 persen di ranah personal/privat. Melihat tingginya angka kasus tersebut, maka sekarang waktunya untuk menyuarakan kembali dukungan terhadap kampanye Stop Sexual Violence.

The Body Shop® Indonesia bersama para mitra yakni Yayasan Plan International Indonesia, Magdalene, Yayasan Pulih, dan Makassar International Writers Festival (MIWF) telah berhasil meningkatkan perhatian publik terhadap isu kekerasan seksual melalui kampanye Stop Sexual Violence (SSV) Tahap Pertama yang digelar pada November 2020 hingga April 2021 lalu.

Penyerahan petisi 421.218 tanda tangan kepada pihak DPR RI menjadi milestone penting dari kampanye SSV tahap pertama yang menandai komitmen kuat dan keseriusan segenap pihak dalam upaya mendukung pengesahan RUU PKS.

The Body Shop® Indonesia bersama para mitra melihat bahwa perjuangan masih belum berhenti sampai di sini. Untuk itu, seluruh pihak masih akan terus mengawal dan melanjutkan perjuangan ini melalui Stop Sexual Violence Tahap Kedua yakni Kampanye No! Go! Tell! (Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan!).

Kampanye yang memiliki fokus secara penuh pada pencegahan (prevention) dan pemulihan (recovery) korban tersebut digelar secara resmi melalui acara Konfrensi Pers Kampanye No! Go! Tell! dan Peluncuran Produk Terbaru Rangkaian White Musk pada Kamis, 8/7/2021.

BACA JUGA: YKWS dan Pemkot Bandar Lampung Mulai Jalankan Program WASH in HCF di 5 Puskesmas

Hadir sebagai narasumber acara yakni Suzy Hutomo (Executive Chairperson and Owner The Body Shop® Indonesia), Aryo Widiwardhono (CEO The Body Shop® Indonesia), Luluk Nur Hamidah (Anggota Komisi IV DPR RI / Sekjen KPP RI), Ratu Ommaya (Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia), Dini Widiastuti (Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia), Wawan Suwandi (Public Relations Yayasan Pulih), Lily Yulianti Farid (Founder & Director Makassar International Writers Festival) dan Kartika Jahja (Singer & Activist).

Suzy Hutomo, Owner & Executive Chairperson The Body Shop® Indonesia mengatakan, meski dilakukan dari rumah saat pemberlakukan PPKM Darurat, pihaknya terus berkampanye sebagai konsistensi mengawal RUU PKS melalui peluncuran kampanye No! Go! Tell!. Kampanye ini merupakan kelanjutan dari perjuangan bersama yang sudah dimulai pada November 2020 hingga 7 April 2021.

“Di tahap kedua ini kami ingin menjangkau lapisan masyarakat lebih luas lagi, mulai dari anak-anak dan pelajar, mahasiswa, hingga lingkungan perkantoran, dengan fokus utama yaitu edukasi dan tindak pencegahan kekerasan seksual melalui mekanisme dasar, No! Go! Tell!, dengan dukungan dari seluruh mitra The Body Shop® Indonesia,” Papar Suzi dalam konfrensi pers virtual via Zoom.

Melalui mekanisme perlindungan diri, lanjut Suzi, dasar yang diciptakan dalam kampanye ini diharapkan bisa menjadi mekanisme yang melindungi masyarakat ketika menghadapi situasi yang rawan kekerasan seksual.

Semangat yang terkandung di dalam No! Go! Tell! adalah menemukan kekuatan dan kemampuan merespon suatu keadaan yang genting.

“Dan, di tengah gelombang pandemi yang hantamannya sedang kita semua rasakan, No! Go! Tell! dapat menjadi sumber kekuatan diri, untuk melindungi sesama,” ungkap Suzy.

Sementara itu, Aryo Widiwardhono, CEO The Body Shop® Indonesia mengatakan, gelombang kedua pandemi yang tengah kita hadapi membuat kita kembali siaga dan berjaga-jaga. Menjaga diri, keluarga dan orang-orang di lingkungan kerja dan lingkaran sosial kita, adalah hal yang utama.

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, The Body Shop® Indonesia turut ambil peran dengan mengedepankan harapan dan kemampuan kita untuk bekerja sama dalam melindungi diri dan sesama.

“Kampanye Stop Sexual Violence Tahap Kedua yang kami luncurkan ini adalah salah satu strategi yang universal sifatnya, yang telah diajarkan di sejumlah negara. Dalam Kampanye No! Go! Tell!, kami akan lebih banyak mengedukasi masyarakat dan publik tentang bagaimana mengatasi isu kekerasan seksual, terutama dalam hal pencegahan,” Papar Aryo.

Aryo bilang, edukasi lanjutan seperti inilah yang nantinya akan menjadi perisai kita bersama untuk mencegah lebih banyak lagi terjadi kasus kekerasan seksual di Indonesia yang dapat dilakukan mulai dari perlindungan diri dan teman terdekat terlebih dahulu.

Kemudian, Luluk Nur Hamidah, Anggota Komisi IV DPR RI / Sekjen KPP RI mengatakan pihaknya serius terus mengawal RUU PKS di DPR RI. Saat ini, kata dia, kita tidak boleh pesimis walaupun kondisi perjalanan RUU PKS di DPR RI sedikit menyusut.

“Proses yang sudah berjalan sampai saat ini adalah Rapat Dengar Pendapat Umum dan belum ada pembahasan lanjutan di DPR RI. Disamping itu, Saya mengapresisasi inisiatif kampanye No! Go! Tell! yang diusung oleh The Body Shop® Indonesia bersama Para Mitra yang diharapkan dapat menjadi suatu mekanisme publik untuk mencegah kekerasan seksual,” Ujar Luluk.

Melalui mekanisme ini, Luluk berharap agar korban bisa menemukan ruang aman, tidak merasa sendirian dan ikut berdiri bersama korban, serta saling menguatkan.

“Saya juga berharap kedepannya tidak ada ruang tabu dalam hal pengungkapan kekerasan seksual, tidak ada juga ruang-ruang stigma yang terjadi pada korban,” Harapnya.

Luluk menambahkan, bahwa kampanye ini harus didukung dan tidak berhenti. Tentunya kita tidak bisa hanya menggantungkan kepada kepada DPR RI.

“Mari bersama-sama maju, sehingga RUU PKS tidak hanya inisiatif DPR RI, tetapi diusung bersama-sama. Sehingga mana yang lebih cepat dan mana yang lebih baik, serta memungkinkan agar RUU PKS dapat segera disahkan. Dan jangan pernah lelah untuk memperjuangkan hak-hak korban kekerasan seksual,” ujar Luluk Nur Hamidah.

Ratu Ommaya, Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia menyatakan bahwa terdapat dua aspek yaitu Prevention (Pencegahan) dan Recovery (Pemulihan).

Ratu Ommaya, Head of Values, Community & Public Relations The Body Shop® Indonesia saat konferensi pers virtual. | VoxLampung

Untuk aspek prevention, tujuan utamanya yaitu membuat mekanisme keamanan bagi semua perempuan dan perempuan muda dalam mencegah mereka dari bahaya kekerasan seksual. Sedangkan untuk aspek Recovery (Pemulihan), The Body Shop® Indonesia menggandeng Yayasan Pulih dalam menciptakan ruang aman (safe space) dan program pemulihan bagi korban kekerasan seksual, khususnya kaum perempuan maupun remaja perempuan.

“Katakan Tidak (No!), pahami apa saja bentuk kekerasan seksual dan berani berkata TIDAK jika mengalami tindak kekerasan seksual,”

“Jauhi (Go!) Jauhi pelaku dan pergi dari tempat yang membuat Anda tidak nyaman dan segera cari tempat yang lebih aman,”

“Laporkan (Tell!) Laporkan kejadian kepada pihak atau orang yang Anda percayai,”

“Didukung dengan informasi lengkap mengenai yayasan atau lembaga atau komunitas yang dapat menampung pengaduan atas situasi kekerasan seksual agar para korban mendapat rasa tenang dan aman,” Kata Ratu Ommaya.

Selain mengisi petisi di situs www.tbsfightforsisterhood.co.id, Ratu juga menjelaskan dukungan terhadap kampanye No! Go! Tell! dapat dilakukan melalui pembelian produk White Musk Range.

White Musk Range digunakan sebagai product ambassador kampanye No! Go! Tell!. White Musk Range yang sejak dahulu dikenal sebagai produk yang membawa misi “power in the bottle”.

Iconic product dengan aroma musk ini berpadu dengan wangi floral yang mampu memberikan sensasi wangi yang menyegarkan, lembut, dan sensual.

Dibalik aroma White Musk menjadi spirit power bagi setiap orang untuk melakukan perubahan baik bagi sekitarnya. Untuk itu, dengan melakukan pembelian produk White Musk® Eau de Toilette dan Gift White Musk® Topper setiap orang sudah berkontribusi dalam mendukung kampanye No! Go! Tell! sejumlah Rp 5.000,00 dari setiap produk yang terjual akan didonasikan ke Yayasan Pulih untuk program pencegahan dan pemulihan korban kekerasan seksual.

Produk White Musk Range varian Lover. |

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia mengatakan, dampak kekerasan berbasis gender, salah satunya kekerasan seksual, dapat berakibat fatal bagi tumbuh kembang anak dan kaum muda, terutama perempuan.

Plan Indonesia berkomitmen untuk memberikan ruang aman yang setara, serta perlindungan dan kebijakan yang mendorong kesetaraan bagi anak perempuan, salah satunya dengan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan begitu, kami juga berharap dapat berkontribusi terhadap pengurangan angka kekerasan berbasis gender di Indonesia. Melalui Kampanye Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan, Plan Indonesia berkolaborasi dengan The Body Shop® Indonesia untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak-anak dan pelajar tentang pentingnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,” Ujar Dini.

Sementara itu, Wawan Suwandi, Public Relations Yayasan Pulih menyatakan bahwa Yayasan Pulih mengapresiasi berlanjutnya kolaborasi antara The Body Shop® Indonesia, Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, dan Plan Indonesia.

Kolaborasi tersebut, kata Wawan, sebagai upaya bersama untuk terus memperjuangkan pencegahan kekerasan seksual di Indonesia, dalam sebuah Kampanye Katakan Tidak, Jauhi, Laporkan.

“Pada kampanye kali ini, selain membuka layanan konsultasi psikologi bagi korban dan penyintas kekerasan seksual, Yayasan Pulih juga akan menjalankan program psikoedukasi, kelas dukungan bagi penyintas dan penguatan kapasitas kelembagaan,” Kata Wawan. (*)

Komentar