oleh

Kabar Duka, Dosen FISIP Unila Syafarudin Tutup Usia

Voxlampung.com, Bandar Lampung – Innaillahi wa innailaihirojiun. Dunia pendidikan Lampung kembali berduka. Salah satu dosen terbaik FISIP Universitas Lampung, Syafarudin, tutup usia.

Syafarudin meninggal dunia pada Selasa, 19/1/2021, pukul 01.15 WIB dini hari tadi, karena serangan jantung.

Syafarudin merupakan Dosen Ilmu Pemerintahan, yang juga Pembina Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Pemerintahan Unila.

Akademisi Unila Admi Syarif yang juga Koordinator Lampung Heritage Society (LHS) mengatakan, Syafarudin adalah dosen Unila yang cerdas dan peduli “ke-Lampung-an”.

“Buat saya, karya-karya dan pemikirannya yang memang kadang kala Out of the box, beyond dan intuitif. Mengutip apa yang disampaikan kakanda Thoha BS Jaya, beliau adalah seseorang yang sangat cerdas, tidak frontal, tidak melawan arus tapi menebus arus,” Kata Admi Syarif melalui pesan whatsapp.

Udin, lanjut Admi, bukanlah seorang guru besar, dia hanya seorang guru/dosen biasa namun pemikirannya setara dengan guru besar, khususnya di bidang politik pemerintahan (itu memang bidang ilmu nya) dan sangat tajam juga di bidang kebudayaan, khususnya kebudayaan Lampung.

“Saya banyak menyimak, belajar, dan menerima pemikirannya. Beliau sangat sering mampir di Nuwono Tasya (penginapan milik Admi Syarif) sekadar duduk santai, berdiskusi atau minum kopi,” Tutur Admi.

Hampir setiap minggu kita membaca tulisan-tulisan Syafarudin di berbagai surat kabar yang sangat cair dan mudah dipahami, salah satunya adalah seri dialog imaginer sukarbo-hatta.

“Kita semua sangat salut buat dosen ilmu pemerintahan, FISIP Unila ini, atas begitu banyak buku-buku dan karya-karyanya yang sangat menginspirasi,” Ungkap Dosen FMIPA Unila itu.

“Kiai udin memang salah satu anggota Lampung Heritage Society, kebanggaan Lampung hingga kini. Kami juga bersama di grup orang-orang baik pembaca duajurai.com,” Imbuhnya.

Pemikirannya selalu diberikan untuk membangun ke’-Lampung-an. Dalam percakapan terakhirnya dengan Admi beberapa waktu di Nuwono Tasya, Syafarudin masih menyampaiakan visinya membangun museum exsitu dan berbagai simbol ke-Lampung-an.

“Dang mewang, dang miwang, dang mewang bumei Lampung. Wafatnya udin yang asli menggala ini memang pantas membuat kita bersedih meski tak harus berlinang air mata,” Ungkap Admi.

“Sebagai penghargaan terhadap adinda Udin yang telah menunjukan baktinya kepada budaya dan seni ke-LAMPUNG-an, Lampung Heritage Society (LHS) menyampaikan bela sungkawa yang mendalam.
Inshaallah, kami sahabat-sahabatmu dari LHS akan layat dan menyampaikan karangan bunga sebagai ucapan duka cita. Penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala baktimu,” Tambah Admi.

“Kesedihan kali ini milik kita semua masyarakat Lampung. Innalillahi wa innalillahi rojiun. Semoga husnul khotimah,” Tukas Admi Syarif. (*)

Komentar