VoxLampung.com, Lampung Timur – Ketua Bela Budaya Lampung Timur, Nurdin, membantah informasi yang menyebut batalnya kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke Taman Purbakala Pugung Raharjo disebabkan adanya penolakan dari tokoh adat setempat.
Menurut Nurdin, tidak pernah ada penolakan dari tokoh adat maupun masyarakat terhadap rencana kedatangan Joko Widodo. Sebaliknya, para tokoh adat dari enam desa telah menyatakan kesiapan untuk menyambut kunjungan tersebut.
“Informasi yang menyebut batalnya kunjungan Pak Jokowi karena adanya penolakan dari tokoh adat tidak benar. Tidak ada penolakan. Tokoh adat dari enam desa sudah menyatakan siap menerima kehadiran beliau,” ujar Nurdin, Selasa, 30/6/2026.
Ia menjelaskan, para tokoh adat bahkan telah membuat video pernyataan yang berisi dukungan dan kesiapan menerima kehadiran Joko Widodo di kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo.
Dukungan tersebut, lanjut Nurdin, datang dari para tokoh adat yang tergabung dalam Marga Sekappung dan Bandar Marga Sekappung Limo Migo. Mereka di antaranya Hasan Buay Pengammah (Lid Toba), Ahmad Kaisar, Pangeran Pagar Alam (Lid Bojong), Ibrahim Syah bergelar Batin Syah (Lid Desa Gunung Sugih Besar), Yusuf Pangeran Tinggal (Lid Desa Gunung Raya), Pangeran Anggeran (Lid Desa Peniangan), Ghayo Pagun (Desa Batu Badak), serta Bandar Marga Sekappung Limo Migo.
Menurutnya, seluruh tokoh adat tersebut menyatakan dukungan terhadap rencana kunjungan Joko Widodo dalam rangka pelestarian budaya di Taman Randu Mas dan Taman Purbakala Pugung Raharjo.
Nurdin juga menyayangkan beredarnya informasi yang dinilainya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menilai, apabila terdapat keraguan atau informasi yang belum jelas, tim Joko Widodo di Lampung seharusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada panitia penyelenggara agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Harusnya tim Pak Jokowi di Lampung berkoordinasi dan mengonfirmasi kepada panitia penyelenggara sehingga tidak muncul miskomunikasi yang akhirnya berkembang menjadi informasi yang keliru,” katanya.
Lebih lanjut, Nurdin mengungkapkan batalnya kunjungan tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat dan tokoh adat yang sebelumnya telah mempersiapkan penyambutan sebagai bentuk penghormatan kepada mantan Presiden RI itu.
“Kami tentu menghormati keputusan yang diambil. Namun kami juga menyayangkan karena masyarakat dan tokoh adat sudah mempersiapkan penyambutan dengan penuh semangat. Kekecewaan itu nyata dirasakan oleh banyak pihak,” tutupnya.(Rls)







Komentar