VoxLampung.com, Kitakyushu – Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan mempresentasikan riset tentang pengembangan kota berkelanjutan dan desain rendah karbon dalam International Conference of Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) 2026 di Jepang.
Konferensi internasional tersebut berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026 di The University of Kitakyushu, Jepang, dan diikuti mahasiswa serta peneliti dari berbagai negara Asia, seperti Indonesia, Vietnam, China, Thailand, dan Jepang.
Forum ilmiah ini menjadi wadah pertukaran gagasan terkait inovasi desain perkotaan ramah lingkungan serta strategi menghadapi tantangan perubahan iklim di kawasan Asia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, AILCD mengusung tema “1925: Art Deco + 2025: AI Deco = 2125: A? Deco — Shaping the Next Age of Beauty, Technology and Urban Life.” Tema tersebut menghubungkan optimisme teknologi era Art Deco dengan perkembangan desain berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diproyeksikan membentuk wajah kota masa depan.
Sebanyak enam mahasiswa UBL turut ambil bagian dengan mempresentasikan riset yang mengangkat persoalan nyata di kawasan perkotaan. Mereka yakni Rafa Alzena, Marsya Dinda Salsabila, Shanaz Rizkyna, Fauzan Bima Wicaksana, Rani Octavia, dan Feri Anggoro.
Penelitian yang dipaparkan mencakup strategi desain rumah sakit berbasis simulasi berkelanjutan, rekayasa lanskap perkotaan untuk mitigasi banjir, model hunian berkelanjutan di kawasan permukiman informal, hingga analisis standar trotoar di Kota Bandar Lampung.
Topik-topik tersebut dinilai relevan dengan tantangan pembangunan kota di Indonesia, terutama dalam menghadapi risiko banjir, kebutuhan infrastruktur ramah lingkungan, serta pentingnya desain kota yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendorong pendidikan tinggi yang berdampak bagi masyarakat.
“UBL terus mendorong mahasiswa menghasilkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata. Kehadiran mahasiswa kami di forum internasional ini menunjukkan gagasan anak bangsa dapat berkontribusi dalam diskursus global pembangunan kota berkelanjutan,” ujarnya, Kamis, 5/3/2026.
Menurutnya, partisipasi dalam konferensi internasional juga membuka peluang kolaborasi lintas negara yang penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di masa depan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa UBL juga berdiskusi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi internasional, termasuk Qingdao University of Technology, China, serta akademisi The University of Kitakyushu selaku tuan rumah.
Keikutsertaan tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam menghadirkan inovasi pembangunan kota yang berkelanjutan di masa mendatang.(Rls)







Komentar