VoxLampung.com, Lampung Timur — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui PLN UP3 Metro kembali menggelar Bakti Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) di wilayah ULP Sribhawono. Kegiatan pemeliharaan jaringan tanpa pemadaman listrik ini digencarkan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi berjalan lancar.
Bakti PDKB melibatkan tim gabungan dari UP3 Tanjung Karang, Metro, dan Kotabumi. Melalui metode PDKB, PLN dapat melakukan perbaikan jaringan dan penanganan temuan kritikal tanpa memutus aliran listrik, sehingga layanan tetap stabil bagi pelanggan rumah tangga, industri, UMKM, hingga sektor pertanian.
Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Moh Sadli, mengatakan bahwa pelaksanaan PDKB menjadi bagian dari transformasi PLN dalam membangun sistem energi yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan.
“Pekerjaan dalam keadaan bertegangan merupakan komitmen PLN untuk menjaga kontinuitas layanan tanpa mengganggu kenyamanan pelanggan. Kami berharap kegiatan ini berdampak nyata terhadap keandalan sistem dan pertumbuhan ekonomi di Lampung,” ujarnya.
PLN UID Lampung menargetkan energi terselamatkan sebesar 6.306 MWh sepanjang 2025. Pada triwulan IV ini, Bakti PDKB keempat berlangsung selama lima hari dengan target 80 titik operasi di wilayah ULP Sribhawono.
Manager PLN UP3 Metro, Anas Febrian, menambahkan bahwa PDKB berperan penting dalam mempercepat penyelesaian temuan inspeksi kritikal sekaligus menekan potensi gangguan dan durasi padam (SAIDI).
“Kolaborasi lintas unit ini tidak hanya memperkuat keandalan jaringan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan di wilayah UP3 Metro,” jelasnya.
Melalui Bakti PDKB, PLN menegaskan komitmennya sebagai penyedia energi andal yang mendukung aktivitas masyarakat dan mendorong ekonomi rakyat. PLN UID Lampung memastikan upaya peningkatan keandalan jaringan terus dilakukan secara terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan demi menghadirkan layanan listrik yang aman, stabil, dan berkualitas.(Rls)







Komentar