VoxLampung, Lampung Timur – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa. Kali ini, OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) meluncurkan secara perdana Program Desa Perkasa (Perekonomian Kuat Masyarakat Sejahtera) di Desa Tulusrejo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (tanggal acara bisa ditambahkan bila diketahui).
Program unggulan ini bertujuan membentuk desa mandiri dan sejahtera melalui akses terhadap layanan keuangan formal yang aman dan sesuai kebutuhan. Tak hanya itu, Desa Perkasa juga mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.
Kolaborasi Besar untuk Desa Kuat
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, perwakilan Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, BPS, serta pimpinan industri jasa keuangan.
“Desa Tulusrejo kini resmi menjadi Desa Inklusi Keuangan pertama di Lampung Timur, dan menjadi bagian dari 17 desa inklusi di Provinsi Lampung,” ungkap Otto Fitriandy. Ia menegaskan, program ini akan memperkuat ekosistem ekonomi desa secara menyeluruh.
Bupati Ela Siti Nuryamah juga memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi berbagai pihak. Ia berharap Desa Tulusrejo bisa menjadi model percontohan bagi desa-desa lain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Lebih dari Sekadar Edukasi
Dalam rangkaian launching, masyarakat disuguhi berbagai kegiatan bermanfaat, mulai dari edukasi keuangan melalui program Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), pembukaan rekening saham dan simpanan pelajar, hingga pemberian asuransi gratis dari Asuransi Astra.
Santri dan pengurus Pondok Pesantren Minhajut Thullab 2 Pekalongan juga ikut merasakan manfaat langsung melalui penandatanganan komitmen bersama dan penyerahan simbolis bantuan inklusi keuangan.
Waspada Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal
Dalam sesi talkshow interaktif, masyarakat diajak untuk lebih bijak menggunakan produk dan layanan keuangan. OJK dan mitra mengingatkan tentang bahaya investasi bodong, pinjaman online ilegal, serta judi daring yang marak menjerat warga.
“Desa Makmur Perkasa”: Sinergi Wujudkan Kesejahteraan
Mengusung tema Desa Makmur Perkasa – Desa Maju, Aman, Kolaboratif, Mandiri, Unggul, dan Religius – program ini mengintegrasikan berbagai inisiatif strategis dari OJK, Bank Indonesia, BPS, BRI, Bank Lampung, dan pemerintah daerah.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, OJK berharap desa-desa di Indonesia dapat semakin mandiri secara ekonomi dan melek keuangan. Desa Tulusrejo membuka jalan menuju masa depan desa yang lebih kuat, cerdas, dan sejahtera.(Rls)







Komentar