VoxLampung, Lampung Timur – Warga Sukadana kembali dibuat kecewa. Jalan yang belum lama diperbaiki di ruas Sukadana-Bumi Nabung justru sudah rusak lagi. Retakan dan lubang mulai bermunculan di sejumlah titik, padahal jalan tersebut tidak dilalui kendaraan berat.
Pantauan di lapangan menunjukkan aspal yang baru seumur jagung itu sudah kembali retak, pecah, dan membentuk lubang menganga yang membahayakan pengguna jalan.
Alih-alih mengadu ke DPRD, warga kini ramai-ramai meluapkan kekecewaan mereka lewat media sosial. Foto dan video kondisi jalan yang rusak beredar luas di Facebook, TikTok, dan Instagram.
“Saya sebagai masyarakat Sukadana sangat kecewa. Kualitas jalan ini jelek sekali, baru diperbaiki sudah rusak,” ujar Ibrahim Jaya dalam vlog yang viral sejak Sabtu, 17 Mei 2025.
Warga lain, Rusman Ali dari Desa Negara Nabung, juga ikut bersuara. Ia membagikan kondisi jalan melalui akun Facebook dan TikTok miliknya sambil meminta perhatian pemerintah.
“Tolong diperhatikan, jalan ini baru diperbaiki tapi sudah rusak lagi,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Zulkarnain, Koordinator Aliansi Pemuda Lampung Timur Peduli, menyebut aksi warga di media sosial sebagai bentuk protes yang sah. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih menyuarakan keluhan lewat internet karena merasa lebih didengar dibandingkan mengadu ke wakil rakyat.
“Medsos dianggap lebih efektif. DPRD seharusnya menjalankan fungsi pengawasan tanpa harus menunggu laporan,” kata Zulkarnain, Selasa, 20 Mei 2025.
Ia menyesalkan buruknya kualitas perbaikan jalan yang menelan anggaran hingga Rp5 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024. Menurutnya, ada yang perlu dievaluasi, baik dari pihak rekanan pelaksana proyek maupun perencanaan di Dinas PUPR.
“Baru seumur jagung, belum lewat masa pemeliharaan sudah rusak lagi. Ini uang rakyat, jangan dipakai asal-asalan,” tegasnya.
Zulkarnain juga berharap pemerintah serius memperbaiki infrastruktur di Sukadana-Bumi Nabung sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Timur.
“Kami ingin wajah Sukadana berubah. Jangan selalu disuguhkan jalan rusak. Warga sudah jenuh.” (rls)





Komentar