VoxLampung, Bandar Lampung – Pondok Pesantren Yatim dan Dhuafa Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin Nur Rahmah Bandar Lampung memulai pembangunan gedung lima lantai, di kompleks ponpes setempat, Jumat, 2 Mei 2025. Gedung itu nantinya bakal menjadi tempat sekolah gratis bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Dimulainya pembangunan gedung ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Inspektorat Jenderal Mabes TNI Letjen M Saleh Mustafa, didampingi Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Rikas Hidayatullah, dan Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin KH Ismail Zulkarnain.
Letjen M Saleh Mustafa mengatakan, pada prinsipnya, dukungan terhadap pembangunan sekolah di Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin adalah atas arahan dari Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat.
“Arahannya, TNI harus dekat dengan para ulama, termasuk juga pembinaan anak yatim. Sebelumnya ada rekrutmen TNI jalur santri yang sekarang masih tetap kita perhatikan, dan (kegiatan) ini merupakan salah satu implementasi dari kebijakan pimpinan TNI untuk bekerja sama dengan pondok pesantren atau pondok yatim piatu yang ada di Indonesia,” katanya kepada awak media, saat ditemui usai acara peletakan batu pertama, di Ponpes Riyadhus Sholihin, Jumat pagi.
Baca Juga: Ponpes Riyadhus Sholihin Mewisuda 13 Santri, Ismail Zulkarnain Minta Alumni Jaga Marwah
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin, KH Ismail Zulkarnain mengatakan, pihaknya merasa bangga lantaran Letjen M Saleh Mustafa hadir di acara tersebut. Sebab, ini menunjukkan perhatian TNI terhadap pondok pesantren dan anak-anak yatim sangat tinggi.
“Kami merasa bangga, ada pesantren di Lampung yang jauh dari Jakarta, didatangi oleh jenderal. Terimakasih banyak ini Bapak Jenderal sudah datang dan telah mendukung kami. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan Allah, pembangunan sekolah untuk anak yatim dan orang miskin ini segera jadi,” kata Ismail.

Ismail menjelaskan, bangunan sekolah lima lantai itu berdiri di lahan seluas 1.500 meter, dengan kebutuhan dana diperkirakan hampir Rp20 Miliar. Jenjang sekolah mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lapangan olahraga, taman, dan basement.
“Jangan tanya dari mana biayanya, Allah semua yang mengatur, jangan pakai logika,” selorohnya.
Ismail bilang, hal yang memotivasi dirinya membangun sekolah tersebut adalah agar bisa memberikan pendidikan formal dengan fasilitas terbaik bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Sejauh ini, anak-anak yatim dan dhuafa kesulitan mendapatkan pendidikan terbaik lantaran terkendala biaya yang tinggi.
“Ya karena kita merasakan bagaimana tidak enaknya jadi orang miskin. Kita ingin anak-anak orang miskin itu bisa menikmati juga sekolahan mewah. Tentunya secara gratis,” ungkapnya.

Ponpes Riyadhus Sholihin Nur Rahmah Bandar Lampung berlokasi di Jalan Dr Harun II, Gang Agus Salim, Kompleks Villa Mas, Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Ponpes ini menampung ratusan santri yatim piatu dan dhuafa. Para santri diberikan fasilitas tempat tinggal mewah, sandang pangan, pendidikan agama, maupun pendidikan formal secara gratis.
Berbagai prestasi sudah diraih para santri ponpes. Begitu juga para alumni yang mayoritas sudah memiliki kehidupan yang lebih baik. Setidaknya ada 16 alumni yang kini menjadi anggota TNI Angkatan Darat, lalu, 3 orang menjadi marinir, 5 anggota polisi, 8 di BIN, 20 alumni yang sempat berkuliah di Darmajaya sudah bekerja di perusahaan besar di Jakarta, dan banyak lagi.
“Kami ingin anak-anak yatim punya semangat hidup. Mereka bisa bersaing, punya potensi besar, dan bisa meraih cita-citanya. Kami ingin mengubah stigma, bahwa selama ini anak yatim yang dijual hanya kesedihannya. Itu stigma yang salah. Karena anak yatim dan dhuafa juga bisa jadi orang-orang hebat,” pungkas Ismail. (*)







Komentar