oleh

Sekolah Seni Tubaba Pamerkan 30 Karya Seni Rupa di Smiljan Space

VoxLampung, Bandar Lampung – Sekolah Seni Tubaba (SST) bekerja sama dengan Smiljan Space akan menggelar pameran seni rupa bertajuk Anasir, di Smiljan Space jalan Merpati II no 7/8, Ciputat, Tangerang Selatan. Pembukaan pameran dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 Mei 2024, pukul 16:00 WIB.

Sebanyak 30 karya drawing dan lukisan akrilik di atas kanvas akan dipamerkan pada gelaran yang dapat disaksikan hingga 31 Mei 2024 itu.

Suvi Wahyudianto, fasilitator kelas seni rupa SST, sekaligus kurator pameran ini mengatakan, Anasir diletakkan sebagai konsep dasar yang mengikat semua karya yang dipamerkan.

“Karya sebagai sublimasi ingatan, merupakan respons otentik atas sesuatu yang bergerak dari pengalaman hidup sehari-hari, pengalaman masa lalu yang terus dibawa, atau harapan dan doa bagi masa yang akan datang,” kata Suvi melalui keterangan tertulisnya.

Beragam tangkapan citra mata saat para perupa dihadapkan pada objek langsung menjadi modus awal penciptaan.  Mengunjungi Las Sengoq, sebuah situs Megalitik Baru di Tubaba, menjumpai susunan batu purba yang membentuk Rasi Bintang Orion yang dikelilingi rawa-rawa dan aliran sungai Way Kiri.

“Selanjutnya mereka mencoba berinteraksi dengan bebatuan yang berdiri, batu bersusun, batu berbaris, mereka menangkapnya, melukisnya, dan memproduksi metafor dari makna-makna yang berdenyar dari diri mereka. Tentang batu yang tegak menahan beban, tentang hidup yang berbaris di beranda ingatan, juga tentang rekam jejak waktu melalui tekstur gerus permukaan batu,” paparnya.

Suvi bilang, para perupa memasuki tiga hal, yakni ingatan, pengalaman dan harapan. Mereka menitipkannya melalui tebal tipis garis, warna, komposisi, melalui citra benda ataupun peristiwa.

Benda-benda terdekat dipilih dari yang memiliki memori, memiliki kenangan indah, tentang diri, tentang keluarga, kasih sayang, dan atau sebagai ungkapan terima kasih.

“Termasuk memberi ruang kepada pikiran yang membaca segala hal, masa lalu diaktualkan untuk belajar berdamai, juga tafsir menemukan diri untuk peka dan kritis kepada peristiwa hidup, serta imaji dan harapan baik untuk masa lalu,” imbuhnya.

Selain memamerkan karya seni rupa sebagai hasil proses, Anasir memperlihatkan laporan proses kreatif yang selama ini berlangsung di SST.

“Perlu diketahui, kegiatan pendidikan kesenian di SST tidak menekankan kepada peserta didiknya untuk menjadi seniman, melainkan menjadikan setiap tahapan penciptaan seni di internalisasi dan memberikan dampak pada pengembangan karakter setiap peserta didiknya,” terang Suvi.

Sekolah Seni Tubaba merupakan lembaga kesenian independen Tubaba, provinsi Lampung, telah berdiri sejak tahun 2016. Di lembaga ini seluruh peserta didik bisa belajar berbagai jenis kesenian seperti seni rupa, teater, tari dan musik, seluruh kegiatannya tanpa dipungut biaya. (Rls)

Komentar