Penulis: Prof. Admi Syarif, PhD
(Glr. Radjo Mergo),
Dosen Unila dan penulis
BANDAR LAMPUNG, Rabu, 13/03/2024 – Tabik puuun! Teriring salam semoga kita semua dalam keadaan sehat dan diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Kebudayaan Lampung selalu hadir menyertai eksistensi suku bangsa Lampung sejak awal keberadaannya. Salah satu pilar utama budaya yang menjadi perhatian pada era kekinian adalah kulinernya yang unik dan maknyus. Malam ini saya kembali memperkenalkan kuliner/kue yang merupakan legacy suku bangsa Lampung. Gaes, jangan lupa baca “till the end” ya !
Setiap cerita tentang kue Lampung, salah satu yang terbersit di kepala kita adalah kue khas bernama “bebai maghing (ibu sakit)” atau kadang juga disebut sebagai “berebus”. Ya gaes, kue ini (Juadah: Bahasa Lampung) memang makanan sering kali hadir saat buka puasa.
Nama “Bebai Maghing” ini nampaknya memang menggambarkan bahwa kue ini mudah dibuat, bahkan oleh ibu-ibu yang sedang sakit. Rasanya yang
manis gula aren, lembut ketan hitam dan harum pisang menjadikannya “Incredibly Delicious“.
Yes, bebai maghing atau juga dikenal dengan sebutan “berebus” merupakan salah satu kuliner khas Lampung yang sangat dikenal. Secara harfiah, “bebai maghing” berarti “wanita sakit”. Ada juga yang menyebut makanan ini dengan sebutan “berebus” atau juga “binjak injak“, yang berarti “berat atau susah bangun”.
Kue Bebai Maghing pembuatannya tidak terlalu sulit alias mudah banget. Rasanya yang nikmat sungguh akan membuat anda “biak minjak” susah untuk bangun dan terus memakannya. Apalagi kalau ditemani segelas es kelapa muda atau cendol saat buka puasa. Ana jamin deh pasti ente bakal ketagihan.
Terus bagaimana sih cara membuatnya? Menurut sang pujaan hati, untuk membuat kue ini, kita cukup menyediakan ketan hitam atau putih, pisang raja/rejang yang sudah matang, kelapa parut, gula/gula aren (sesuai selera) dan garam sedikit, serta daun pisang.
Caranya, cukup rendam sebentar kemudian dicampur dengan pisang masak dan parutan kelapa agar gurih (Informasi dari Yulia). Tambahkan gula aren secukupnya dan aduk hingga rata. Selanjutnya bungkus dengan daun pisang dan rebus seperti kita merebus ketupat.
Setelah matang dan didinginkan, bebai maghing siap disantap Wow! Mudahkan!
Dengan semua keistimewaannya ini, bagaimana gaes? Apakah anda ingin mencicipi kue yang istimewa ini?
Selamat berpuasa.
Dang lupo bahagia geh !







Komentar