VoxLampung, Pesisir Barat – Perkumpulan Damar melakukan diskusi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat tentang situasi, permasalahan perkawinan anak di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, pada Rabu, 23/8/2023.
Diskusi yang dihadiri oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, dan Direktur Eksekutif Perkumpulan Damar Eka Tiara Chandrananda ini merupakan awal dari rangkaian program Pencegahan dan Penanganan Perempuan Korban Perkawinan Usia < 19 Tahun melalui Revitalisasi One Stop Service & Learning, Gerakan Keluarga Pembaharu & Perempuan Akar Rumput yang Intergenerasional dan Inklusi, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Barat.
Eka Tiara mengawali diskusi dengan memperkenalkan Perkumpulan Damar yang sejak Mei 2023 telah menggabungkan kembali 3 lembaga eksekutif di bawah naungan organisasi berbentuk perkumpulan tersebut menjadi 1 lembaga eksekutif yang bernama Perkumpulan DAMAR.
Selain itu juga menjelaskan bahwa, Perkumpulan Damar merupakan anggota Konsorsium Permampu Sumatera yang sedang bekerja menuju masyarakat inklusif (INKLUSI) di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesisir Barat.
Adapun INKLUSI adalah program investasi yang berkontribusi pada tujuan pembangunan yang lebih luas, yaitu: tidak ada satu pun yang tertinggal – lebih banyak kelompok marginal berpartisipasi dalam dan mendapat manfaat dari pembangunan di bidang sosial budaya, ekonomi, dan politik di Indonesia. Serta untuk memajukan kesetaraan gender, pemenuhan hak penyandang disabilitas, dan inklusi sosial.
Di samping itu dijelaskan pula, ihwal dipilihnya Kabupaten Pesisir Barat dalam program ini karena berdasarkan lampiran pada Perpres No.63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024.

Dalam diskusi tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Divisi Perempuan Perkumpulan Damar Sely Fitriani, Koordinator Divisi Penguatan organisasi dan Riset James Reinaldo Rumpia, dan staf Unit Pemberdayaan Masyarakat Eka Rizki, dan Advokat Perempuan dan Anak Vony Renata.
Sely menjelaskan terkait faktor, situasi, penyebab, dan data perkawinan anak di Provinsi Lampung. Serta memaparkan tentang strategi dan kerjasama yang hendak dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mulai dari pembentukan dan rangkaian penguatan bagi Forum Perempuan Akar Rumput, Forum Perempuan Muda, serta penguatan institusi kesehatan melalui One Stop Service dan Learning /OSSL, hingga penanganan korban kawin anak.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Pesisir Barat, Audi Marpi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengharapkan diskusi ini menjadi permulaan untuk lebih menguatkan kerja sama lintas sektoral, khususnya pada isu perempuan dan anak dengan Perkumpulan Damar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana P3AKB Budi Wiyono yang hadir menyambut baik gagasan ini, mengingat semangat dari Kabupaten Layak Anak juga berorientasi pada pencegahan kawin anak. Sehingga program yang disampaikan Perkumpulan Damar dapat sinergi dan mencapai kebermanfaatan bersama bagi perempuan dan anak di Kabuapten Pesisir Barat.
Tanggapan disambung oleh Kepala Dinas Kesehatan Tedi Zadmiko yang menegaskan bahwa orientasi dan fungsi dari layanan kesehatan juga menjadi faktor penting dalam pemenuhan Hak Kesehatan Seksual Reproduksi yang rentan pada kasus kawin anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Edwin Kastolani, dan Kepala Dinas Sosial Agus Triadi yang juga hadir merespon positip terhadap kolaborasi bersama Perkumpulan Damar. Agus Triadi juga menyampaikan bahwa selama ini pemerintah daerah telah dilakukan berbagai upaya mulai dari pendampingan dengan layanan psikiater, pemberdayaan, hingga penguatan program keluarga harapan bagi masyarakat miskin di Pesisir Barat.
Menurut Bupati Pesisir Barat, langkah terbuka dan kerjasama dengan Perkumpulan Damar ini merupakan hal penting dan bermanfaat bagi masyarakat Pesisir Barat yang dikenal sebagai Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama.
“Kami menyambut dan mendukung. Dan poin penting program Perkumpulan Damar ini dapat dirancang dan disampaikan terstruktur serta terencana dengan baik. Agar dapat disinergikan dan dioptimalisasikan untuk kebermanfaatan seluas-luasnya di Pesisir Barat”, Kata Agus Istiqlal.
Acara lalu ditutup dengan foto bersama Perkumpulan Damar dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dengan pose jari kelingking tangan kanan menghadap ke depan yang makna “Salam Inklusi”. (Rls)





![[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan Berita"]](https://voxlampung.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260424-WA0023-300x178.jpg)

Komentar